Pemanfaatan Limbah untuk Pembuatan Miniatur Kapal Kayu di Jm Gallery Mojokerto

Yasinda Widya Fahmi
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2015

Download full text
(Bahasa Indonesia, 5 pages)

Abstract

Limbah disebut-sebut sebagai barang tak berguna dan penganggu keindahan lingkungan. Jenis limbah seperti kayu, bambu, dan pelepah pisang dibiarkan bahkan dibuang begitu saja. Untuk sisa kayu yang berasal dari tempat USAha pemotongan kayu maupun industri mebel biasanya dijual dengan harga relatif murah. Padahal bahan-bahan bekas atau limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetik tersendiri. Miniatur kapal kayu merupakan salah satu hasil kerajinan dari olahan limbah yang diproduksi di JM Gallery Mojokerto. Proses pembuatannya tidak membutuhkan biaya banyak tetapi harus menggunakan keterampilan tangan yang baik agar setiap bagian miniatur kapal dapat dipasangkan dengan benar. Hasil rakitan miniatur kapal yang sempurna akan mempengaruhi nilai estetik dari benda kerajinan tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembuatan miniatur kapal kayu yang dibuat dari limbah dan bagaimana nilai estetik miniatur kapal kayu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Sedangkan validasi atau keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan informan review. Adapun hasil yang diperoleh berupa tahapan/proses pembuatan miniatur kapal kayu mulai dari tahap persiapan yang meliputi pencarian ide, pembuatan desain, dan menyiapkan bahan maupun alat. Kemudian tahap pelaksanaan/pengerjaan yang meliputi tahap membuat bagian-bagian miniatur kapal, finishing, dan perakitan miniatur kapal. Nilai estetik miniatur kapal Majapahit, Phinisi, dan Dewaruci telah menunjukkan keutuhan dari setiap bagian miniatur kapal sehingga terjadi keserasian dan mirip dengan aslinya. Bagian-bagian miniatur kapal terebut saling melengkapi atau memiliki keterkaitan satu sama lain dan dibuat dengan detail kapal yang sangat baik. Bentuk yang sempurna tanpa cacat juga masuk dalam keindahan kapal tersebut. Kemudian segi ukuran setiap bagian miniatur kapal telah dibuat proporsional karena telah disesuaikan dengan ukuran lambung kapal. Warnanya cocok bila dipadukan dengan warna lain di setiap bagian kapal. Kata Kunci: Miniatur, Proses Pembuatan Miniatur Kapal, Nilai Estetik, Limbah Waste is believed as useless things and not able to be used anymore. Moreover, it is labeled as a pollution of environment. Wood, bamboo, and stem are neglected or even thrown away without considering the benefit. For wood residue produced by the furniture industry or other industries, it is usually sold in a cheap price. Whereas, all of those wastes can be used or recycled to be a pricey stuffs, such as handicraft, which has high esthetic value. Wooden ship miniature is one of the handicraft results made of wood residue and produced at JM Gallery in Mojokerto. The production cost is less. However, carefulness, patient, and good skill are necessary to pair every parts of the ship miniature properly. Those things cannot be forgotten since the result of perfect wooden ship miniature influences its esthetic value. The research questions in this observation are how to make wooden ship miniature made of wood residue and how the esthetic value of the wooden ship miniature is. The method used in this observation is qualitative description by collecting the observation data, interviewing, and doing documentation or taking references from books. The data analysis is performed by reducing data, presenting data, and drawing conclusion. Lastly, the validation is done by doing triangulation technique and informant review. The result of those methods is steps or processes on how to make a wooden ship miniature. It begins with preparation steps which consist of searching ideas, making designs, and preparing the materials and instruments. The next step is production which consists of making the ship miniature parts, finishing, and assembling the miniature parts. The esthetic value of Majapahit, Pinishi, and Dewaruci ship show the integrity of ship miniature, so that it can create a harmony which can make the miniature look similar with the real one. The miniature parts complement each other and are made with a perfect detail. The perfect form or flawless is also considered as the esthetic value of a handicraft, especially for the ship miniature. Furthermore, the size of the miniature parts have been made proportionally since it has been Pembuatan Miniatur Kapal Kayu JM Gallery 119 suited with the hull. In addition, the color is matched with other colors in every part of the wooden ship miniature. Keywords: Miniature, Wooden Ship Miniature Processes, Esthetic Value, Waste. 

Metrics

  • 72 views
  • 212 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more