Penerapan Permainan Kerjasama dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung

Auliya Salsabela

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Siswa berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolah inklusi belum menyadari pentingnya berinteraksi sosial di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada bulan November 2013 diperoleh data siswa berkebutuhan khusus di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung memiliki kemampuan interaksi sosial yang rendah. Hal ini ditunjukkan dengan siswa hanya berteman dengan teman tertentu, lebih suka menyendiri, tidak mau menyapa teman atau guru saat berpapasan dan terkesan menghindar, bersikap pasif pada saat jam pelajaran, tidak tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler dan sulit diajak bekerjasama ketika belajar kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pada skor kemampuan interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus sesudah penerapan permainan kerjasama dalam bimbingan kelompok di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test post-test one group design dengan memberikan perlakuan berupa permainan kerjasama dalam bimbingan kelompok. Penelitian dilakukan pada 8 siswa dari 15 siswa berkebutuhan khusus yang ada di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung.  Analisis data yang digunakan adalah analisis non parametrik dengan Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 8. Berarti N (banyaknya pasangan yang menunjukkan perbedaan) adalah 8, sehingga x (banyaknya tanda yang lebih sedikit) adalah 0. Dengan melihat tabel tes binomial dengan ketentuan N = 8 dan x = 0, maka diperoleh ρ = 0,04. Bila menggunakan ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,04 < 0,05, dengan demikian H0 ditolak dan  diterima. Selain itu, berdasarkan perhitungan pada tabel 4.4 diketahui rata-rata pre-test 121,875 dan rata-rata post-test 138,25. Hal ini membuktikan bahwa penerapan permainan kerjasama dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus di SMP Negeri 1 Gondang, Tulungagung.   Kata Kunci: permainan kerjasama, bimbingan kelompok, interaksi sosial  

Metrics

  • 57 views
  • 354 downloads

Journal

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA merupakan kumpulan artikel yang berisi hasil penelitia... see more