Pengembangan Media Monopoli “Wawasan Bk” dalam Layanan Informasi pada Siswa Kelas X Man Mojosari-mojokerto

Linda Septiana

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa dalam memanfaatkan Bimbingan dan Konseling di Sekolah menyebabkan pemberian layanan BK oleh Guru BK kurang berjalan secara maksimal.Berdasarkan hasil wawancara dengan 3 guru BK diketahui bahwa sebagian besar siswa kurang memahami keberadaan BK di Sekolah mereka. Pemberian layanan informasi tentang wawasan Bimbingan dan Konseling belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Siswa kurang memiliki pemahaman mengenai pelaksanaan BK serta layanan apa saja yang bisa mereka dapatkan dari adanya BK. Sejauh ini konselor lebih sering menggunakan metode ceramah dan hanya sesekali menggunakan powerpoint sebagai media untuk menjelaskan, akibatnya siswa merasa bosan dan tidak tertarik untuk mendengarkan materi yang disampaikan guru. Tidak ada kegiatan dan media yang secara khusus dikembangkan dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait wawasan BK. Sehingga dibutuhkan media yang menarik dan membuat siswa bersemangat untuk mengikuti layanan yang diberikan sehingga apa yang menjadi tujuan kegiatan dapat tercapai. Media tersebut adalah permainan monopoli “wawasan BK” dimana dilakukan modifikasi pada materinya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media monopoli “wawasan BK” yang dapat digunakan sebagai salah satu media Bimbingan dan Konseling yang menarik yang dapat digunakan dalam layanan informasi. Media monopoli “wawasan BK” adalah media yang mudah digunakan, praktis dan tentunya menarik agar dapat memotifasi siswa dalam mengikuti layanan Bimbingan dan Konseling khususnya layanan informasi terkait materi wawasan BK. Dalam proses pengembangannya, pengembang menggunakan model pengembangan menurut Borg and Gall sebagai acuan. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi dari ahli materi, ahli media, ahli praktisi dan siswa adalah persentase.  Dari hasil uji coba skala kecil dengan ahli materi diperoleh rerata persentase sebesar 87,5%, hasil ahli media mencapai 86%. Kemudian juga dari hasil uji coba skala besar dengan meminta menilaian dari 5 ahli praktisi dan 10 siswa diperoleh rerata sebesar  91% untuk ahli praktisi dan 82,25 untuk siswa. Setelah mendapatkan data tersebut dihasilkan pula data kualitatif bahwa media monopoli “wawasan BK” berkategori sangat baik dan sesuai dengan kriteria kelayakan sehingga dapat digunakan sebagai salah satu media dalam layanan informasi.   Kata kunci : Media Monopoli, layanan informasi.

Metrics

  • 93 views
  • 215 downloads

Journal

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA merupakan kumpulan artikel yang berisi hasil penelitia... see more