Pelatihan Pembuatan Aksesoris di Panti Asuhan Siti Fatimah Pandaan

Ratna Yulinda Suudy
Journal article Jurnal Tata Busana • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

  Abstrak   Anak  panti asuhan dapat dikategorikan anak kurang beruntung dibandingkan anak pada umumnya yang memiliki keluarga utuh, sehingga harus diberi keterampilan sebagai bekal mandiri. Panti Asuhan Siti Fatimah Pandaan memiliki beberapa ekstrakurikuler yang mengembangkan keterampilan, salah satunya adalah ekstrakurikuler tata busana, namun pada pelaksanaannya banyak yang akhirnya berhenti dengan alasan sulitnya materi membuat pola dan menjahit. Permasalahan tersebut menjadi alasan peneliti melakukan pelatihan pembuatan aksesoris dari resleting dan flanel sebagai alternatif materi lain untuk ekstrakurikuler tata busana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas pelatih dan peserta, hasil pembuatan aksesoris, serta respon peserta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 24 remaja putri yang mengikuti ekstrakurikuler tata busana berusia 16–17 tahun. Data dikumpulkan dengan metode observasi  dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk aktivitas pelatih, aktivitas peserta, dan respon peserta, serta persentase untuk hasil pembuatan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) aktivitas pelatih  diperoleh rata-rata 3,5 dengan kategori sangat baik, 2) aktivitas peserta pelatihan diperoleh rata-rata 2,9 dengan kategori baik, 3) hasil  pembuatan aksesoris, 63% peserta pelatihan  memperoleh nilai produk 81-100 dengan kategori sangat baik,  4) respon peserta pelatihan mendapat rata-rata 4,3 dengan  kategori sangat setuju.   Kata Kunci: Pelatihan, keterampilan, aksesoris.   Abstract   Children orphanage can be categorized disadvantaged children than who have a whole family, so it must be given the skills to be independent. Siti Fatimah orphanage of  Pandaan have some extracurricular  to develop skills, one of which is dressmaking  extracurricular, but in practice many girls finally stopped on the grounds of the difficulty of making patterns and sewing. These problems make the reason researchers conducting training of making accessories of zippers and flannel as an alternative to other learning materials for dressmaking extracurricular. The  aims of this research are to know trainer activities, trainee activities, accessories creation, also response of trainee. The method use in this research is descriptive quantitative. Research subject are 24 female students that follow dressmaking extracurricular around 16-17 years old. Data is collected by using observation and questionnaire. Data analysis method uses average to apply trainer activity, trainee activity, and also response of trainee, also percentage for training. Result of the research shows that, 1) trainer activity obtained mean 3.5 with very good category, 2) trainees activity obtained mean 2.9 with good category, 3) the result of the making accessories, 63% trainees get final product of 81-100 with very good category,  4) trainees responses obtained mean 4.3 with agree category. Keywords: Training, skill, accessories.  

Metrics

  • 110 views
  • 25 downloads

Journal

Jurnal Tata Busana

Jurnal S1 Pendidikan Tata Busana berisi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana baik... see more