Peran Konselor Untuk Meningkatkan Perilaku Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Kelompok a Berdasarkan Perspektif Perkembangan Psikososial Di Tk Aisyiyah Busthanul Athfal (Aba) 31 Wiyung

Adha Anggraini

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Perilaku percaya diri merupakan suatu perilaku yang harus ditanamkan pada anak usia dini. Hal tersebut sejalan dengan perspektif psikososial yang dikemukakan oleh Erik Erikson, bahwasanya anak pada usia 3-6 tahun yang berada pada tahap perkembangan otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu, sudah mulai mengembangkan perilaku percaya dirinya. Perilaku percaya diri ini perlu diteliti untuk menjelaskan peran konselor dalam meningkatkan percaya diri berdasarkan perspektif psikososial pada anak usia dini serta mendeskripsikan perilaku percaya diri pada anak usia dini Kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 Wiyung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini untuk subyek penelitiannya yaitu kepala sekolah, konselor, guru kelas TK A, dan orangtua siswa yang memberikan informasi tentang perilaku percaya diri pada anak dan penanganannya, serta peneliti melakukan pengamatan terhadap subyek utama dalam penelitian ini yaitu seluruh anak TK ABA 31 Wiyung yang duduk di kelas A. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor di TK ABA 31 Wiyung ini yaitu sebagai konsultan (konsultan bagi guru dan orang tua anak), bukan sebagai pembimbing langsung bagi anak. Tetapi apabila guru kelas merasa tidak bisa menangani perilaku tidak percaya diri pada anak maka konselor yang menangani langsung, dalam pelaksanaannya penanganan konselor yang diberikan ke anak langsung dilakukan secara insidental. Cara dan penanganan untuk perilaku percaya diri anak ini dilakukan dengan cara persuasif dengan terus menerus memberi bimbingan tanpa terkesan memberi pressure, diberi peringatan itu berupa kata-kata yang halus dan tidak mengesankan bahwa sedang memarahi anak sehingga perasaan bersalah yang tidak menyenangkan tidak muncul akibat dari pembatasan dan hukuman yang terlalu keras. Hal ini sejalan dengan perspektif psikososial, anak TK Kelompok A yang secara umum dikategorikan dalam  rentangan usia 4-5 berada pada tahapan inisiatif versus perasaan bersalah pada tahapan ini anak mulai memiliki inisiatif serta mulai memiliki rasa tanggungjawab dalam setiap perilakunya. Perilaku percaya diri anak usia dini kelompok A di TK ABA 31 Wiyung berada dalam kategori tinggi dan sedang. Terdapat 29 anak yang memperoleh persentase diatas 66,67%, sedangkan untuk kategori sedang terdapat 10 anak yang memperoleh persentase diantara 33, 33 % sampai dengan 66,67%.       Kata Kunci: Perilaku Percaya Diri berdasarkan Perspektif Psikososial, Peran Konselor. 

Metrics

  • 73 views
  • 155 downloads

Journal

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA merupakan kumpulan artikel yang berisi hasil penelitia... see more