Karakteristik Batik Teyeng di Surabaya

Putri Dianita Sari
Journal article Jurnal Seni Rupa • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Batik Teyeng merupakan nama sebuah home industry batik yang terletak di Wisma Tengger VI/33 Kecamatan Benowo Kota Surabaya. Batik Teyeng sangat unik dalam teknik dan bahan pewarnaan pada background, dengan memberikan aksen noda bekas besi berkarat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dengan perajin, dilengkapi dengan studi kepustakaan serta dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data dan informan review. Kerajinan Batik Teyeng di Kecamatan Benowo sudah ada sejak tahun 2012, didirikan oleh Firman Asyhari dan rekan yang bernama Prima. Berawal dari keinginan untuk mencoba-coba keluar dari zona aman pada pembuatan batik dan bahannya tetapi juga tidak meninggalkan teknik tradisionalnya. Proses pembuatan batik teyeng dimulai dengan mempersiapkan kain yang dicampur dengan air garam pada bak dan direndam beberapa menit setelah itu satu persatu kain diproses untuk peneyengan. Kain dibentangkan di atas spon yang telah dibasahi dengan air dan ditaburi sedikit butiran besi limbah bubut. Setelah itu di atas kain ditumpuk dengan besi/kawat yang berbeda misalkan dengan kawat ram dan butiran besi limbah bubut. Setelah rata, ditumpuk lagi dengan kain di atasnya. Demikian seterusnya hingga 7-10 kain dalam satu kali proses dengan besi/kawat yang berbeda-beda. Selanjutnya lapisan-lapisan itu disiram dengan air, kemudian memberikan pemberat pada bagian atas dengan besi yang lebih berat dan tripleks. Kemudian dibiarkan selama 1-3 hari. Sehari sekali, lapisan lain dan besi bekas tadi disiram dengan air garam. Setelah proses peneyengan selesai barulah kain diproses seperti batik pada umumnya dengan menggunakan teknik tulis dan cap. Karakteristik utama pada Batik Teyeng ini adalah adanya noda teyeng pada setiap kain yang diproduksi. Noda tersebut bermacam-macam bentuknya, sesuai bentuk besi/kawat yang digunakan. Meskipun bentuk besi atau kawat yang digunakan sama tetapi hasilnya bisa berbeda-beda. Noda yang dihasilkan oleh besi/kawat tidak bisa diulang untuk mendapatkan hasil yang sama. Kata Kunci: Batik Teyeng, karat, Surabaya, noda besi

Metrics

  • 120 views
  • 318 downloads

Journal

Jurnal Seni Rupa

Jurnal Seni Rupa is an online journal of the undergraduate study program from the Fine Arts Educa... see more