Persepsi Masyarakat terhadap Faktor Penyebab Kenakalan Remaja di Dusun IV Kampung Nambahdadi

Tri Yukanti • Hermi Yanzi • Yunisca Nurmalisa
Journal article Jurnal Kultur Demokrasi • 2017

Download full text
(Bahasa Indonesia, 15 pages)

Abstract

The purpose of this study to analyze and explain the perception society against factors causing juvenile delinquency. The research method used is a descriptive quantitative method. Subjects in this study were 33 people of Dusun IV Kampung Nambahdadi who have teenagers. To collect data in this research using questionnaires and comprehension tests as basic techniques, while supporting techniques are interviews and documentation. The results showed that the factors causing juvenile delinquency are the family circumstances that are less supervising and less guiding their teenage children. Besides, the factor of school condition that less enforce the discipline and society that is less concerned about the surrounding environment caused juvenile delinquency. This is indicated by as many as 24 respondents or 72.7% of people fall into the category of disagreeing. A total of 7 respondents or 26.2% of people fall into the category of less agree, and as many as 2 respondents or 6.1% of people fall into the category agree.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan persepsi mayarakat terhadap faktor penyebab kenakalan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 orang masyarakat Dusun IV Kampung Nambahdadi yang mempunyai anak remaja. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan tes pemahaman sebagai teknik pokok, sedangkan teknik penunjangnya adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kenakalan remaja adalah keadaan keluarga yang kurang mengawasi dan kurang membimbing anak remajanya. Disamping itu faktor keadaan sekolah yang kurang menegakkan disiplin dan masyarakat yang kurang perduli terhadap lingkungan sekitar menyebabkan kenakalan remaja. Hal ini ditunjukkan dengan sebanyak 24 responden atau 72,7% masyarakat masuk dalam kategori tidak setuju. Sebanyak 7 responden atau 26,2% masyarakat masuk dalam kategori kurang setuju, dan sebanyak 2 reponden atau 6,1% masyarakat masuk dalam kategori setuju.

Metrics

  • 245 views
  • 452 downloads

Journal

Jurnal Kultur Demokrasi

Jurnal Kultur Demokrasi merupakan jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang terbit dua... see more