Analisis Kuantitatif Acidity Level sebagai Indikator Kualitas Air Hujan di Kabupaten Cilacap

Dodi Satriawan
Journal article Jurnal Rekayasa Sistem Industri • June 2018

Abstract

Hujan merupakan salah satu sumber air bagi kehidupan di bumi. Kehadiran hujan menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan tanaman dan hewan karena dengan kehadiran hujan akan terpenuhi kebutuhan mereka akan air. Selain kuantitas air hujan, kualitas air hujanpun menjadi peranan penting bagi kehidupan dibumi. Air hujan yang terkontaminasi akan mengakibatkan kualitas air hujan menurun. Kontaminasi ini dapat berupa fisik, kimiawi dan  biologis. Faktor fisik yang dapat membuat kualitas air hujan menurun adalah nilai acidity level (pH). Nilai acidity level yang rendah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang berbahaya bagi tanaman, hewan bahkan manusia. Penelitian ini berfokus pada kualitas air hujan dilihat dari nilai acidity levelnya. Hal ini untuk melihat seberapa besar pengaruh polusi industri yang berkembang di Cilacap terhadap kualitas air hujan yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis yang berdasarkan SNI 06-2413-1991 dengan sampel air hujan yang berasal dari 15 titik di kabupaten Cilacap. Analisis yang didapatkan dari 15 sampel ini menunjukkan bahwa air hujan dikabupaten Cilacap memiliki pH 4,5 – 7,6. Nilai pH air Hujan <5 terjadi di daerah Trenggiling, Manunggal, Karangtalun dan Kutawaru.

Metrics

  • 1 view
  • 0 downloads

Journal

Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Jurnal Rekayasa Sistem Industri (JRSI) terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun (Mei dan Novembe... see more