Metrics

  • visibility 199 views
  • get_app 2159 downloads

Kajian Timbulan dan Komposisi Sampah sebagai Dasar Pengelolaan Sampah di Kampus II Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Reni Masrida
Published 2017

Abstract

Pengelolaan sampah suatu kota bertujuan untuk melayani sampah yang dihasilkan penduduknya, secara tidak langsung turut memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang bersih, baik dan sehat. Saat ini pengelolaan persampahan menghadapi banyak tekanan terutama akibat semakin besarnya timbulan sampah yang dihasilkan masyarakat baik produsen maupun konsumen. Semua sampah dari sumber masing-masing akan bermuara ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) Sumur Batu. Kecamatan Bantar Gebang merupakan daerah yang masuk wilayah Kota Bekasi dan memiliki dua lokasi TPA, yaitu milik Pemerintah Kota Bekasi di Sumur Batu dan yang satu milik DKI Jakarta di Bantar Gebang. Berdasarkan hal tersebut penulis memilih untuk melakukan penelitian terkait implementasi kebijakan dan strategi pengurangan sampah dari sumbernya. Dalam hal ini yang menjadi sumber penghasil sampah adalah kegiatan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) yang diperkirakan menghasilkan jenis sampah tertentu/khusus. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah pengukuran langsung di lapangan dengan mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah. Hasil sampling diperoleh bahwa volume sumber sampah rerata 1,68 m3/hari (123,43 kg/hari). Secara umum komposisi persampahan UBJ yaitu 58,53% organik dan 41,47% an organik. Untuk sampah an organik, komposisi sampah yang dianggap berpotensi secara ekonomis terdiri dari 3 (tiga) jenis sampah dengan prosentase > 10% untuk bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar sintetis dan bahan kertas daur ulang. Bahan tersebut adalah Botol plastik 14,33%, Kertas 15,00% dan plastik lembaran 13,37% (jumlah sampah yang bisa dimanfaatkan 42,7%). Usulan tata kelola adalah dengan pemberdayaan unit kegiatan mahasiswa dalam pemilahan sampah yang bernilai ekonomis. Sedangkan untuk usulan teknis diharapkan bisa menampah space untuk area penerimaan, timbunan dan area pemilahan seluas ± 55 meter persegi.

Full text

 

Metrics

  • visibility 199 views
  • get_app 2159 downloads