Identifikasi Etiologi Diare Akut pada Anak dengan Teknologi Gabungan Reaksi Rantai Polimerase dan Spektrometri Massa di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso

Tony Soetanto • Ina Susianti Tima
Journal article Indonesian Journal of Infectious Disease • 2015 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

PCR–electrospray ionization mass spectrometry (PCR-ESI/MS), suatu peralatan baru yang mampu mendeteksi hampir semua mikroorganisme patogen, namun belum pernah digunakan di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh pengalaman dengan PCR/ESI-MS dan panel food borne pathogen, mengetahui kelebihan dan kelemahan teknologi ini. Rancangan penelitian potong lintang, menggunakan spesimen dari poliklinik anak, dilakukan dari bulan juli 2012 hingga desember 2012, dan akhirnya 24 spesimen diperiksa dengan PCR/ESI-MS. Karakteristik diare terdiri dari 12 dengan lendir, 3 diare berdarah dan 20 hanya diare cair saja. Pada sebagian besar kasus dijumpai lebih dari satu bakteri. Bakteri E. coli FDA29 ditemukan pada kasus disertai demam dan sakit Perut, namun tidak ada pada kasus tanpa kelainan tersebut. Jenis bakteri dengan PCR/ESI-MS berbeda dengan kultur. Metoda ini dapat mendeteksi bakteri dalam waktu 24 jam dan sangat bermanfaat pada wabah. Berdasarkan kemampuan metoda ini untuk mendeteksi beberapa bakteri dari satu spesimen, tampaknya biayanya tidak lebih mahal dibanding kultur. Metoda ini sangat bermanfaat untuk surveilans dalam hal menemukan kesamaaan antara penyebab penyakit dan pejamu. PCR–electrospray ionization mass spectrometry (PCR-ESI/MS), a new equipment that can detect almost all human patogenic microorganism, but never used before in Indonesia.The aim of this study to get experience with PCR/ESI-MS and panel food borne pathogen, to know the profile of bacteria that caused diarhea by PCR/ESI-MS, and know the advantage and handicapped of this equipment.Study design was descriptive cross sectional, using specimen from Child ambulatory clinic, was done from July 2012 until December 2012 and finally 24 was examined with PCR/ESI-MS. Clinical characteristic consist of fever 9 (37,5%), vomiting 17 (70.8%)and abdominal pain 11 (45.8%). Mayority (75%) got diarhea from 3-5 daily. Characteristic of diarhea, 12 cases with mucus, 3 cases bloody diarhea and 20 cases only liquid faeces. In most cases, we found multiple bacteria . Bacteria E. coli FDA29 was detected on cases with fever and abdominal pain but not found in cases without those manifestation. Type of bacteria in this study was different with cultur result. This method can detect bacteria in 24 hours, and very useful in outbreak, and if we calculate the cost and the ability of this metod to detect several bacteria from single specimen, it seems nearly the same. It seems that this method will be very useful for surveilans ie to find similarity between agent and host.

Metrics

  • 171 views
  • 767 downloads

Journal

Indonesian Journal of Infectious Disease

The Indonesian Journal of Infectious Disease (IJID) is a peer-reviewed journal published by RSPI ... see more