Journal article // Bentang






Analisis Tebal Lapis Perkerasan dengan Metode Bina Marga 1987 dan Aashto 1986
2015
Sri Nuryati

Metrics

  • Eye Icon 304 views
  • Download Icon 6467 downloads
Metrics Icon 304 views  //  6467 downloads
Abstract

Konstruksi perkerasan jalan umumnya terbagi atas dua jenis yaitu perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid Pavement). Kinerja dari kedua perkerasan tersebut ditentukan berdasarkan keamanan dan Kenyamanan mengemudi (riding quality) terhadap fungsi jalan. Pada penelitian ini perencanaan perkerasan jalan menggunakan perkerasan lentur (flexible pavement). Perhitunga tebal lapis perkerasan menggunakan metode Bina Marga 1987 dan ASSHTO 1986 (American Association of State Highway Traffic Officials) dengan umur rencana 20 tahun yang akan datang. Kedua metode tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, beban lalulintas, bahan material dan umur rencana jalan. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa tebal lapis permukaan (surface course) dengan metode Bina Marga 1987 lebih besar dibandingkan metode AASHTO 1986 yaitu sebesar 15 cm, lapis pondasi atas (base course) 20 cm dan lapis pondasi bawah (subbase course) 20 cm. Sedangkan dengan metode AASHTO lapis permukaan sebesar 13 cm, lapis pondasi atas 17,5 cm dan lapis pondasi bawah 17,5 cm. Hal ini disebabkan karena faktor lingkungan untuk masing-masing negara adalah berbeda-beda. Pekerjaan lapis tambahan (overlay) pada umur rencana terjadi pada tahun ke 15 yaitu sebesar 6,5 cm dengan metode Bina Marga dan 3,0 cm dengan metode AASHTO 1986.
Kata Kunci : Surface course, Base course, Subbase course.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 304 views
  • Download Icon 6467 downloads
Metrics Icon 304 views  //  6467 downloads