Kontribusi Lubang Angin dan Ventilasi Udara pada Bangunan Sobokartti Semarang dalam Mewujudkan Kenyamanan Termal

Djudjun Rusmiatmoko Rusmiatmoko • Erni Setyowati • Gagoek Hardiman
Journal article Modul • 2018

Abstract

Di Kota Semarang terdapat beberapa bangunan yang berfungsi sebagai pertunjukan kesenian peninggalan penjajahan Belanda yang sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dengan menggunakan ventilasi udara alami melalui lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela di dalam ruangan dari awal pembangunan tahun 1930 sampai sekarang, bangunan kesenian di Jl. Dr. Cipto yang diberi nama Volkstheater Sobokartti yang kini dikenal dengan nama Sobokartti karya Thomas Karsten. Metode penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung di lokasi lapangan dan menggunakan responden. Pelaksanaan pengukuran dilakukan selama 17 jam, masing-masing dilakukan dalam 1 jam sekali. Variabel yang diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, pergerakan udara untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan Kenyamanan termal. Yang sementara itu nilai temperatur efektif dijadikan dasar dalam menentukan Kenyamanan termal pada bangunan Sobokartti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lubang angin pada atap dan kisi – kisi jendela pada bangunan dapat berpengaruh pada kondisi Kenyamanan termal, terutama area dalam bangunan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi didalam gedung tetap nyaman karena ventilasi udara di dalam gedung tetap terjaga dan berkecukupan dengan mengandalkan lubang angin pada atap dan kisi-kisi jendela.

Metrics

  • 93 views
  • 113 downloads

Journal

Modul

Modul is an architecture journal published by the Department of Architecture, Faculty of Engineer... see more