"Super Youth": Program Inovasi Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas Remaja

Joice Deby Nafi
Journal article Berita Kedokteran Masyarakat • 2018

Download full text
(Bahasa Indonesia, 1 page)

Abstract

Remaja dalam masa transisi kehidupan menuju kedewasaan cenderung untuk mencari tahu dan mencoba banyak hal baru. Fenomena pergeseran perilaku dapat dilihat dari laporan sebanyak 62, 7 % pelajar pernah melakukan hubungan seksual, 21,2 % pelajar pernah melakukan aborsi, 93,7 % pernah berciuman, melakukan genital stimulation, dan oral sex. 97 % pernah menonton film porno Kuncoro . Oleh karenanya perlu dibuatkan suatu wadah diskusi dan konseling bagi remaja agar mereka dapat belajar dan berkonsultasi tentang kesehatan reproduksi. Tujuan program ini adalah memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi kepada remaja menggunakan metode Focus Group Disscusion. Gereja dalam tugasnya melayani jemaat harus mampu melihat kebutuhan krusial yang paling dibutuhkan. Program ini dilaksanakan pada kelompok remaja yang dikomandani oleh Komisi GSC (Gejayan Students Club) bekerjasama dengan tim konselor Gereja, Universitas dan Dinas Kesehatan Daerah. Pemberian Pendidikan seksual yang dilakukan tidak seolah mengintimidasi gaya hidup remaja namun harus mampu mengarahkan dengan cara yang menarik. Setiap kelompok terdiri dari empat orang yaitu Tiga orang remaja dan satu orang konselor sebagai pemimpin. Semua kelompok dibekali dengan buku panduan Kesehatan Reproduksi dan Buku Panduan Kemajuan Konseling. Sebelumnya dilakukan Seminar Kesehatan Reproduksi terlebih dahulu agar para konselor juga dibekali pengetahuan Kespro dan Teknik konseling. Program ini diharapkan menjadi solusi masalah pergaulan remaja, dimana mereka dapat menemukan wadah untuk saling berbagi pengalaman seksual dan diarahkan untuk mendapatkan informasi yang benar.

Metrics

  • 164 views
  • 19 downloads

Journal

Berita Kedokteran Masyarakat

Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat adalah Jurnal Ilmiah di bidang Kesehatan Masyarakat yang dite... see more