Smoke Free Policy in Engineering Vocational Department of Universitas Gadjah Mada: an Implementation Research

Ribia Tutstsintaiyn • Atiq Harkati • Meia Audinah • Zainab Zainab
Journal article Berita Kedokteran Masyarakat • 2018

Download full text
(Bahasa Indonesia, 1 page)

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi program advokasi peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Sekolah Vokasi Departemen Teknik Mesin UGM dengan melihat proses, penerimaan (acceptable) dan adopsi (adoption) terhadap program. Method: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara terhadap informan yang meliputi stakeholder, dosen, karyawan dan mahasiswa. Results: Proses penyusunan peraturan dalam program advokasi peraturan Kawasan Tanpa Rokok dapat dikatakan berjalan cukup baik dengan melihat aspek penilaian seperti tanggapan positif dari stakeholder, dosen, karyawan dan mahasiswa selama proses sosialisasi awal dan penyusunan peraturan. Hal tersebut yang memudahkan terbentuknya peraturan KTR dan pemberlakuan peraturan setelahnya. Kemudian setelah peraturan diterapkan, terjadi Perubahan pada perilaku merokok mahasiswa yakni bahwa mahasiswa mengurangi perilaku merokok di kampus pada jam aktif meskipun beberapa masi terlihat merokok di pojok kantin tetapi di luar jam aktif kampus yaitu mulai pukul 16.00 WIB keatas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan penerimaan dan dukungan yang positif dan terhadap keberadaan peraturan KTR. Sebagai bentuk tindak lanjut, stakeholder selaku pengelola akan memasang tanda KTR dilingkungan kampus dan inisiatif untuk menegur apabila ditemui mahasiswa yang merokok dilingkungan kampus pada jam perkuliahan. Kemudian hambatan yang mungkin muncul dalam pemberlakuan peraturan penerapan KTR yang baru adalah lekatnya budaya merokok sebagai perilaku yang sudah ada dan menjadi hal yang biasa, serta keberadaan dosen-dosen perokok yang menjadi alasan mahasiswa untuk tetap dapat merokok di kampus. Disamping itu, dengan adanya dukungan dan penerimaan positif terhadap peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok yang diberikan oleh stakeholder diharapkan dapat menjadi modal sosial yang penting terhadap adanya peningkatan sikap positif terhadap perilaku merokok dan keberlanjutan peraturan KTR di waktu mendatang. Conclusion: Tercapainya penerimaan (acceptable) dan adopsi (adoption) terhadap program advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dengan diterbitkannya Peraturan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok secara khusus di Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM.

Metrics

  • 42 views
  • 18 downloads

Journal

Berita Kedokteran Masyarakat

Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat adalah Jurnal Ilmiah di bidang Kesehatan Masyarakat yang dite... see more