Indikasi Lembah Purba sebagai Wadah Mineral Plaser dan Unsur Tanah Jarang di Perairan Tanjung Berikat dan Sekitarnya, Bangka Tengah, Bangka Belitung

Udaya Kamiludin
Journal article Jurnal Geologi Kelautan • 2018

Download full text
(Bahasa Indonesia, 10 pages)

Abstract

Secara regional daerah Bangka merupakan bagian dari Jalur Granit Utama Pembawa Timah. Daratan nya ditandai oleh intrusi Granit Klabat yang merupakan batuan penting sumber endapan plaser. Untuk mengetahui lembah purba maka dilakukan perekaman seismik saluran tunggal. Daerah penelitian secara administratif merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Propinsi Bangka Belitung. Perairan Tanjung Berikat dan sekitarnya dicirikan oleh kelerengan dasar laut rata-curam dengan kedalaman terukur antara 0-45 meter. Interpretasi seismik saluran tunggal menunjukkan stratigrafi seismik dari muda ke tua yaitu Runtunan A, Runtunan B, intrusi, dan Runtunan C sebagai dasar akustik. Ketebalan sedimen Runtunan A antara 5-30 meter dari permukaan dasar laut. Lembah purba memanjang cukup lebar dan dalam pada Runtunan B yang diduga sebagai fasies pengisian lembah berupa onlap fill. Fasies ini memiliki internal reflektor bebas pantulan-kaotik yang ditafsirkan sebagai wadah mineral plaser dan mineral ikutan pembawa unsur tanah jarang. Endapan plaser diperkirakan merupakan hasil pengerjaan ulang batuan granitoid.Kata Kunci : Dasar laut, runtunan stratigrafi, lembah/alur Purba, endapan plaser, dan Perairan Tanjung Berikat dan Sekitarnya, Bangka-Belitung. Geologically regional, the Bangka area is part of the Main Tin Belt Granite. The mainland of the study area is characterized by Klabat Granite intrusion which is an important rock source of placer deposits. To find out the placer availability of deposits on Paleo channel it was carried out for the recording of single channel seismic data. The study area is administratively part of the area of Central Bangka, Bangka-Belitung Province. Tanjung Berikat waters and its vicinity are characterized by the slope of the flat sea floor to steep with a measured depth of 0-45 meters. Seismic interpretation shows seismic stratigraphic from young to old consisting of sequence A, sequence B, Intrusion, and sequence C as acoustic basement. Sediment thickness of sequence A between 5-30 meters from seafloor surface sediment. Paleo channel with an elongated shape that is wide enough and deep in sequence B is interpreted as a channel filling facies in the form of onlap fill. This facies is characterized by the free to chaotic reflector configuration which is interpreted as a place for mineral placer and accessory minerals which contain rare earth elements. The availability of placer deposits is interpreted as the result of reworking of granitoid source rock.

Metrics

  • 58 views
  • 21 downloads

Journal

Jurnal Geologi Kelautan

Jurnal Geologi Kelautan is a scientific journal in the field of geology related to marine geology... see more