PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI KEGIATAN WISATA BELAJAR TERINTEGRASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA SMPIT INSAN KAMIL SIDOARJO

Halim Andi Gazali • Endang Wahju Andjariani
Conference paper 1st Conference on Research and Community Service 2019 • September 2019

Download full text
(Bahasa Indonesia, 14 pages)

Abstract

Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar berdampak pada kesulitan mereka dalam memahami konsep pelajaran IPS di SMPIT Insan Kamil. Hasil penilaian ketrampilan dalam berdiskusi dan presentasi, siswa tampak belum melakukan diskusi yang optimal antar siswa baik pada saat diskusi kelompok ataupun pada saat presentasi hasil diskusi. Kelompok yang dikategorikan sudah memiliki keaktifan belajar yang “baik” hanya 50% saja, namun masih perlu ditingkatkan kembali. Tujuan penelitian untuk membuktikan dengan penerapan CTL melalui Kegiatan Wisata Belajar Terintegrasi 2018 dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII SMP IT Insan Kamil Sidoarjo Penelitian dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model siklus. Prosedur kerja dirancang minimal tiga siklus sesuai dengan tingkat permasalahan dan kondisi yang akan ditingkatkan, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi.Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP IT Insan Kamil tahun ajaran 2017/2018 dengan jumlah keseluruhan 108 siswa. Objek penelitian adalah keaktifan belajar siswa dan contextual teaching and learning. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan atau observasi , dokumentasi dan catatan lapangan.Hasil penelitian menunjukan penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) melalui Kegiatan Wisata Belajar Terintegrasi 2018 mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa . Keaktifan berdiskusi meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktifan “sangat baik” menjadi 75% siswa setelah siklus 1, 88% siswa setelah siklus 2 dan 100% siswa setelah siklus 3. Keaktifan kinerja juga meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktfian “sangat baik” menjadi 75% siswa setelah siklus 1, 88% siswa setelah siklus 2 dan 100% siswa setelah siklus 3. Keaktifan menyusun laporan juga meningkat dari sebelum tindakan 50% siswa memiliki keaktfian “sangat baik” menjadi 56% siswa setelah siklus 1, 94% siswa setelah siklus 2 dan 81% siswa setelah siklus 3.

Metrics

  • 1 view
  • 2 downloads