Metrics

  • visibility 1 view
  • get_app 0 downloads
description Journal article public Health Information

Determinan Stunting Anak 6 - 24 Bulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Suriana Koro, Veni Hadju, Suryani As'ad, Baharuddin Bahar
Published June 2018

Abstract

Latarbelakang :  Masalah gizi pada Balita masih merupakan masalah kesehatan masyarakat (public health problem)  jika prevalensi pendek(stunting) >20%. Prevalensi stunting secara umum didunia juga termasuk pada masalah kesehatan masyarakat karena masih sebesar 26% (WHO, 2012). Secara nasional prevalensi stunting pada Balita di Indonesia  adalah 37,2%. Hal ini berarti bahwa masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius Sementara proporsi Balita stunting  48,2%  di Provinsi NTT termasuk masalah kesehatan masyarakat yang kritis (Riskesda 2013). Tujuan : Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting anak 6 – 24 bulan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Sembilan wilayah kecamatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Data  konsumsi makanan baduta diperoleh melalui recall konsumsi, sedangkan data  lainnya diperoleh melalui kuisioner oleh tenaga enumerator. Analisis zat gizi pada makanan menggunakan food processor 2 (FP2). Uji statistik yang digunakan adalah chi-Square Hasil : Jumlah responden yang diteliti sebanyak 3480 anak, yang stunting dan severe stunting sebanyak 1416 anak (40,7%), sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 1870 anak (53,7%), untuk umur 12 - 24 bulan sebanyak 1916 anak (55,1%), dimana hasil uji chi square signifikan p < 0,05. Pendidikan ibu dan bapak masing-masing 1827 orang (52,5%) dan 1754 orang (50,4%) berpendidikan dasar tidak tamat dan tamat SMP dengan pekerjaan yang mayoritas petani  ibu(83,3%) dan bapak (65,0%), sosial ekonomi sebagian besar tergolong rendah (83,5%). TB ibu bermakna secara signifikan (p = 0,000) begitupun dengan paritas dan jarak kelahiran diperoleh hasil uji chi-square bermakna secara signifikan p < 0,005, sementara memberikan ASI Eksklusif hanya 596 orang (17,1%) Kebutuhan zat gizi tidak mencapai Recommended dieatery allowanced (RDA) <80% AKG, asupan energy (90,3%), protein (82,6%), Lemak (97,9%) dan KH (82,0%). Riwayat penyakit diare (17,4%), demam (32,6%), sesak (2,3%), batuk (31,0%) dan beringus (29,2%) dan hasil uji chi-square hanya demam yang bermakna dengan p = 0,016.  Hasil logictic regresi diperoleh faktor jenis kelamin dan tinggi ibu yang paling berhubungan dengan status gizi stunting. Kesimpulan: faktor determinan stunting adalah usia anak, jenis kelamin, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, tinggi ibu, paritas, jarak kelahiran, asupan protein dan  riwayat penyakit demam. Kata Kunci : Stunting,  anak usia 6 -24 bulan

Full text

 

Metrics

  • visibility 1 view
  • get_app 0 downloads