Analisis Hukum Putusan Perkara No. 0519/pdt.g/2013/pa.mlg Tentang Intervensi Pihak ke 3 dalam Memutus Gugatan Cerai dan Hadhanah (Studi di Pengadilan Agama Klas 1a Kota Malang )

Soraya Permata Sari Dewi
Journal article Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya • February 2015 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 25 pages)

Abstract

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.Perceraian menurut bahasa Indonesia adalah €œPisah€ dari kata dasar €œcerai€. Perceraian adalah putusnya perkawinan antara suami dengan isteri karena tidak terdapat kerukunan dalam rumah tangga atau sebab lain, seperti mandulnya isteri atau suami dan setelah dan sebelumnya diupayakan perdamaian dengan melibatkan keluarga kedua belah pihak.1 Oleh karena itu, dari uraian diatas dapat diketahui, bahwa Pertama : Perceraian baru dapat dilaksanakan apabila telah dilakukan berbagai cara mendamaikan kedua belah pihak untuk tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka dan ternyata tidak ada jalan kecuali dengan jalan perceraian. dengan perkataan lain bahwa perceraian itu adalah sebagai way out bagi suami isteri demi kebahagiaan yang dapat diharapkan sesudah terjadinya perceraian terjadi. Kedua : bahwa perceraian itu merupakan suatu yang dibolehkan namun dibenci oleh agama.Perceraian merupakan bagian dari pernikahan, sebab tidak ada perceraian tanpa diawali pernikahan terlebih dahulu. Pernikahan merupakan awal dari hidup bersama antara seorang pria dengan seorang wanita yang diatur dalam peraturan Perundang-undangan yang berlaku.Hadhanah adalah suatu perbuatan yang wajib dilaksanakan oleh orang tua, karena tanpa hadhanah akan mengakibatkan anak akan terlantar dan sia-sia hidupnya.Berdasarkan analisis penulis, putusan perkara No.0519/Pdt.G/2013/PA.Mlg. apabila ada putusan pengadilan tentang adanya intervensi pihak ke 3 dalam memutus gugatan cerai dan hadhanah, maka pertimbangan hakim tersebut dilihat dari adanya faktor-faktor yang menyebabkan pertikaian dalam rumah tangga sehingga mengakibatkan perkawinan tersebut dapat putus. Selanjutnya mengenai pertimbangan Hadhanahnya, Majelis Hakim akan memeriksa dan mengadili perkara hadhanah itu haruslah bersikap hati-hati, harus mempertimbangkan dari berbagai aspek kehidupan dan hukum, wajib memberikan putusan dengan seadil-adilnya, sehingga berbagai kepentingan dari pihak yang berperkara dapat terpenuhi.

Metrics

  • 290 views
  • 1245 downloads

Journal

Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya is a student-run law review published four ... see more