Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Faktor Sosial Demografi terhadap Ketahanan Pemberian Asi Eksklusif

Retno Sari Mumpuni • Efri Diah Utami
Journal article E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan • 2014 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 6 pages)

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mengalami tren yang menurun. Namun, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir penurunan itu hanya terjadi sebesar 3 kematian dari 1.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya mengurangi resiko kematian bayi yang ditempuh adalah program Gerakan Nasional Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan penting yang harus diberikan kepada bayi terutama pada masa awal kelahiran. Hasil SDKI 2012 menunjukkan bahwa dari 96% bayi yang pernah disusui, hanya 42% yang disusui secara eksklusif. Menurut UNICEF, satu dari 10 langkah keberhasilan menyusui adalah dengan diberikan ASI segera setelah kelahiran (Inisiasi Menyusu Dini). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan faktor sosial demografi terhadap ketahanan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia.. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensia dengan menggunakan survival analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bayi yang mendapat IMD dalam waktu lebih dari satu jam setelah kelahiran memiliki risiko 1,661 kali lebih besar untuk tidak menyusu secara eksklusif dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI pertama dalam waktu satu jam setelah kelahiran. Sedangkan faktor sosial demografi yang mempengaruhi ketahanan pemberian ASI Eksklusif adalah paritas, IMD dan status pekerjaan ibu. Kata kunci: asi eksklusif, inisiasi menyusu dini, analisis survival, angka kematian bayi. Abstrac:t: The Indonesia's Infant Mortality Rate (IMR) experienced a downward trend. However, within the last 10 years the decline was only 3 deaths out of 1.000 live births. One of the efforts to reduce the risk of infant mortality were taken is a program of the National Movement Increased use of Breast Milk. Breast milk is an important food that should be given to a baby especially in the early days of the birth. The results of the SDKI (2012) indicate that from 96% of the breast milk fed babies, only 42% who are exclusively breastfeeding. According to UNICEF, one of the 10 steps to success breastfeeding are given Breast immediately after the baby birth (Early Initiation of Breastfeeding). The purpose of this research is to determine the influence of the early initiation of the breastfeeding and social demographic factors against the resilience of the Exclusive breastfeeding in Indonesia. The results of this study showed that infants who received IMD in more than an hour after birth has 1.661 times greater risk for not exclusively breastfed compared to infants who were breastfed within the first hour after birth. While socio-demographic factors that influence the resilience of exclusive breastfeeding is parity, Early Initiation of Breastfeeding (IMD) and employment status of the mother.

Metrics

  • 529 views
  • 1236 downloads

Journal

E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Janua... see more