Journal article // Buletin Palawija






Evaluasi Toleransi Sumber Daya Genetik Kedelai terhadap Cekaman Salinitas
Abdullah Taufiq, Novita Nugrahaeni, Gatut Wahyu Anggoro Susanto

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads
Abstract

Varietas kedelai toleran cekaman salinitas merupakan komponen utama budi daya kedelai pada tanah salin. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi toleransi sumber daya genetik kedelai terhadap cekaman salinitas. Sebanyak 202 aksesi kedelai koleksi plasma nutfah Balitkabi dievaluasi pada lahan salin di Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan pada Juli-Oktober 2017. Evaluasi dilakukan pada dua lingkungan salinitas tanah, yaitu DHL (daya hantar listrik) 4,7-8,4 dS/m (L1) dan 8,8-15,4 dS/m (L2). Setiap aksesi ditanam dalam baris tunggal sepanjang 4 m dan jarak antarbaris 30 cm. Pengamatan terdiri atas DHL tanah, populasi dan tinggi tanaman akhir, komponen hasil dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah aksesi yang mengalami penurunan tinggi tanaman, populasi tanaman, dan bobot 100 biji 50% akibat peningkatan salinitas dari L1 menjadi L2 hanya 2-4 aksesi, sedangkan untuk peubah jumlah polong isi dan hasil biji masing-masing 76 dan 64 aksesi. Berdasarkan jumlah aksesi pada tingkat penurunan peubah50%, terindikasi bahwa peubah jumlah polong isi dan hasil biji lebih sesuai digunakan sebagai indikator penilaian toleransi terhadap cekaman salinitas. Toleransi terhadap salinitas dari aksesi yang diuji beragam. Teridentifikasi 52% aksesi tidak toleran dan 36% aksesi toleran salinitas L1 dengan hasil 1,5-3,0 t/ha, sedangkan 13% aksesi toleran salinitas L2 dengan hasil 1,5-1,8 t/ha kecuali satu aksesi dengan hasil 2,3 t/ha. Berdasarkan kenampakan gejala keracunan salin, sebagian besar aksesi yang tidak toleran termasuk inkluder dan hanya sebagian kecil yang eksluder.

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads