Legal Issues on the Attacks Againts Vessels in the Straits of Malacca

Siti Noor Malia
Journal article Indonesian Journal of International Law • 2014

Download full text
(Bahasa Indonesia, 16 pages)

Abstract

Piracy that occurs in the straits of Malacca has become a serious problem that need to be solved. The United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) has been combating piracy in this particular area since 2009. In an attempt to do so, UNODC creates a Counter Piracy Program (CPP) that has been implemented in several African Countries. However, UNODC doesn't define the limitation of piracy which described in 1982 UNCLOS that only defines it as piracy on high seas. Whereas, piracy is not only takes place on high seas but also within territories of the states jurisdiction. The lack of ability to implement the provisions in national scope become another problem in regards preventing piracy in the Straits of Malacca.

Pembajakan yang terjadi di Selat Malaka telah menjadi masalah serius yang perlu diselesaikan. Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) telah memerangi pembajakan dikawasan ini sejak tahun 2009. Dalam upaya untuk melakukannya, UNODC menciptakan Counter Piracy Program (CPC) yang telah diterapkan di beberapa negara Afrika. Akan tetapi, UNODC tidak menentukan batasan dari pembajakan seperti yang digambarkan pada UNCLOS tahun 1982 yang hanya menganggapnya sebagai pembajakan di laut lepas. Padahal, pembajakan tidak hanya terjadi di laut lepas, tetapi juga di dalam wilayah yurisdiksi negara. Kurangnya kemampuan untuk menerapkan pasal-pasal dalam lingkup nasional menjadi masalah lain dalam hal mencegah pembajakan di Selat Malaka.

Metrics

  • 409 views
  • 108 downloads

Journal

Indonesian Journal of International Law

Indonesian Journal of International Law (IJIL) was first published in 2003 by the Center for Inte... see more