Extra-Territorial Torture and Inhuman Treatment Towards Suspected Terrorists Committed by the U.K. and the U.S. Military Actions

Mahfud Mahfud
Journal article Indonesian Journal of International Law • 2014 Iraq • United Kingdom

Download full text
(Bahasa Indonesia, 42 pages)

Abstract

Since the attack to the World Trade Centre in 11 September 2001, the world has raised their awareness to any of serious allegation of terrorist activities. Many steps have been taken by the United Nations and the states to make such legislatives in their national and International level in order to prevent and combat terrorism. The world really condemns what the terrorist have done and put their maximal effort to punish them as well as to protect the innocence from experiencing such dangerous cause of such activity. The hatred of terrorists brings many actions brought by the nations, especially the United States, as a revenge of the painful feeling of those who were left by the victims. It often leads to the act of torture and inhuman treatment done by the official to the terrorist detainees. This paper will focus on the prohibition of torture and inhuman treatment both in the United States and the United Kingdom and the United States extra-territorial actions in Guantanamo Bay and Abu Ghraib prisons and also the United Kingdom's extra-territorial conducts in treating prisoners in Iraq in relation to Al-Skeini case. Both actions of the states might be considered as a violation of national and International human rights rules because of the existence of torture in treating the terrorist detainees during their military operations. Therefore, it is important to examine whether human rights law applies extra-territorially to such violations. This study would apply the Convention Against Torture and Other Cruel Inhuman, or Degrading Treatment or Punishment (CAT) 1984, the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) 1966 and the Inter-American Commission of Human Rights (IACHR) with respect to the United States actions and the European Convention on Human Rights (ECHR) 1950, the CAT and the ICCPR for the United Kingdom's actions.

Sejak terjadi serangan terhadap Pusat Perdagangan Dunia (WTC) pada 11 September 2001 dunia telah meningkatkan kesadaran mereka terhadap setiap tuduhan serius dari kegiatan teroris. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Amerika Serikat untuk membuat badan legislatif di tingkat nasional maupun Internasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan terorisme. Dunia benar-benar mengutuk apa yang telah dilakukan teroris dan mengerahkan upaya maksimal untuk menghukum mereka serta untuk melindungi yang tidak bersalah dari kegiatan yang berbahaya tersebut. Kebencian terhadap teroris banyak memunculkan tindakan dari negara-negara, terutama Amerika Serikat untuk membalas dendam perasaan menyakitkan mereka yang ditinggalkan oleh para korban. Hal tersebut sering menyebabkan tindakan yang mengarah pada penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan petugas terhadap para tahanan teroris. Tulisan ini akan berfokus pada larangan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi di Amerika Serikat dan Britania Raya, serta tindakan ekstrateritorial Amerika Serikat di Teluk Guantanamo dan penjara Abu Ghraib dan juga perilaku ekstrateritorial Britania Raya dalam memperlakukan para tahanan di Irak dalam kaitannya dengan kasus Al-Skeini. Kedua tindakan negara tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap aturan nasional dan Internasional hak asasi manusia karena adanya perlakuan penyiksaan terhadap para teroris selama operasi militer mereka. Oleh karena itu, merupakan hal yang penting untuk memeriksa apakah hukum hak asasi manusia berlaku ekstratertorial untuk pelanggaran tersebut. Penelitian ini akan menerapkan Konvensi Tentang Pencegahan Penyiksaan dan Perlakukan kejam Tidak Manusiawi lainnya, atau Perlakuan Merendahkan Martabat atau Hukuman (CAT) pada tahun 1984, Perjanjian Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (ICCPR) tahun 1966, Komisi Inter-Amerika tentang Hak Asasi Manusia (IACHR) sehubungan dengan tindakan-tindakan Amerika Serikat dan konvensi Eropa mengenai hak asasi manusia (ECHR) pada tahun 1950, CAT, dan ICCPR atas tindakan Britania Raya.

Metrics

  • 350 views
  • 101 downloads

Journal

Indonesian Journal of International Law

Indonesian Journal of International Law (IJIL) was first published in 2003 by the Center for Inte... see more