Blok Politik Demokratik: Paduan Pelatihan

Syafa’Atun Kariadi • Willy Purna Samadhi

Abstract

Seluruh perjuangan dan proyek untuk memajukan reformasi sistem politik nasional, khususnya sejak kejatuhan Soeharto dari tampuk kekuasaan pada tahun 1998, sejauh ini hanya melahirkan demokrasi tanpa representasi, suatu ‘representasi semu'. Dengan kata lain, demokrasi yang sejati — merujuk pada artinya yang paling mendasar, yakni pengendalian (kontrol) rakyat atas urusan-urusan publik berlandaskan kesetaraan politik — ternyata masih ‘jauh panggang dari api'. Padahal, upaya untuk ‘menjadikan demokrasi yang bermakna' (making democracy meaningful) tidaklah mesti selalu sempurna, namun tetap harus fungsional dan cukup substansial bagi kebanyakan warga negara, agar benar-benar penad (relevant) bagi mereka dalam mengendalikan dan mempengaruhi apa yang mereka anggap sebagai urusan bersama. Pertanyaannya kemudian: Lantas, apa? Apa yang mestinya harus dikerjakan? Banyak gagasan dan saran yang pernah diajukan, mulai dari yang sekadar pengubah-sesuaian (modifikasi) sampai ke reformasi menyeluruh. Salah satunya adalah gagasan yang kini disarankan oleh DEMOS, yakni pembentukan Blok Politik Demokratik (selanjutnya disingkat BPD). Pada asasnya, gagasan ini merupakan upaya untuk mengatasi fragmentasi politik, memperbesar dukungan organisasi-organisasi rakyat, mengurangi penguasaan . Buku ini adalah panduan praktis pelatihan yang memperkenalkan gagasan BPD tersebut serta cara-cara atau langkah-langkah pembentukannya, terutama pada tingkat lokal, mulai dari tingkat kabupaten dan kota sampai kecamatan dan desa.

Metrics

  • 44 views
  • 22 downloads

Publisher

Indonesian Centre for Democracy and Human Rights

Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi (Demos) adalah organisasi nirlaba yang melakukan riset di ... see more