Metrics

  • visibility 336 views
  • get_app 465 downloads
description Journal article public Jurnal Cita Hukum

Konsep Pengakuan Bersalah Terdakwa pada €œJalur Khusus€ Menurut RUU Kuhap dan Perbandingannya dengan Praktek Plea Bargaining di Beberapa Negara

Aby Maulana
Published 2015

Abstract

Konsep €œJalur Khusus€ adalah salah satu substansi pembaruan peradilan pidana yang terkandung dalam RUU KUHAP. Konsep €œJalur Khusus€ merupakan hasil pengadopsian ide/konsep atas praktek plea bargaining yang telah dipopulerkan dalam peradilan pidana Amerika Serikat, yang dipahami dapat mendorong peradilan pidana menjadi lebih efisien dan dapat terhindar dari menumpuknya kasus (case load) di pengadilan. Tulisan ini ingin mengupas perbandingan secara teori dan praktek antara €œJalur Khusus€ dalam RUU KUHAP dengan praktek plea bargaining yang diterapkan beberapa Negara. The concept of "Jalur Khusus" is one of the criminal justice reform substances contained in the Draft of Indonesian Criminal Procedure Code. The concept of "Jalur Khusus" is the result of the adoption of the idea / concept of plea bargaining on practices that have been popularized in the United States criminal justice system, which may encourage criminal justice to be more efficient and can avoid stacking cases (case load) in court. This paper wants to explore comparisons between the theory and practice of "Jalur Khusus" in the Draft of Indonesian Criminal Procedure Code with the practice of plea bargaining are applied several countries. Keywords: Pengakuan Bersalah, Jalur Khusus, Plea barganingDOI: 10.15408/jch.v2i1.1840

Full text

 

Metrics

  • visibility 336 views
  • get_app 465 downloads