Urgensi dan Model Pembelajaran Muatan Lokal Berbasis Budaya Manggarai untuk Menunjang Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
2021
Theresia M. Genggong, Marianus M. Tapung, Heronimus E. A. Wejang

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads
Abstract

Salah satu strategi untuk membentuk karakter peserta didik adalah pengembangan pembelajaran muatan lokal. Pembelajaran muatan lokal telah diterapkan di sekolah dasar di Kabupaten Manggarai. Hal ini penting sejalan dengan fenomena sikap dan perilaku peserta didik yang menyimpang, seperti kurang sopan dengan orang yang lebih tua, tidak patuh (sundur), tawuran, malas, tidak kreatif, kurang peduli dengan sesama, suka kata-kata kasar. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi dan model mata pelajaran muatan lokal berbasis budaya Manggarai dalam menunjang penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan lokal berbasis budaya urgen jika dijalankan secara sistematis dan konsisten berdasarkan beberapa prinsip yaitu, prinsip relevansi, efektivitas, fleksibilitas, dan diferensiasi. Selanjutnya model pembelajaran muatan lokal yang diterapkan adalah model tae (memberitahu), model toming (contoh), model pakep (memberi tahu dan memberi contoh), model hae (tutorial sebaya), model lonto leok (musyawarah). Melalui kegiatan muatan local, peserta didik diharapkan memiliki berbagai keterampilan sosial praktis, seperti nenti ba weki (bertingkah laku santun), bae mbate (mengetahui warisan leluhur), haeng tae (memperoleh pengetahuan nilai budaya), molor tombo (keterampilan bekomunikasi), nganceng pande (mampu menerapkan pengetahuan ), to'o bombong  (sikap bangga terhadap budaya sendiri)

Full text
Show more arrow
 

Metrics

  • Eye Icon 0 views
  • Download Icon 0 downloads
Metrics Icon 0 views  //  0 downloads