Metrics

  • visibility 213 views
  • get_app 37 downloads
description Journal article public Jurnal Sosioteknologi

Membangun Perilaku Masyarakat Atambua melalui Pemanfaatan Potensi Daerah dan Keamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste

Chairil Nur Siregar
Published 2014

Abstract

Seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan pariwisata. Namun, pemanfaatan potensi daerah ini oleh masyarakat belum optimal. Hal ini disebabkan masyarakat tidak memiliki keterampilan, pengalaman, pengetahuan, dan motivasi dalam menggali potensi daerah. Keadaan ini sudah lama terjadi tetapi belum ada USAha baik secara pribadi, masyarakat, maupun pemerintah untuk mengubah pola perilaku tersebut dengan kemauan untuk memanfaatkan potensi daerah secara optimal. Selain itu, beberapa faktor turut menguatkan pelemahan kesadaran masyarakat dalam menggali potensi daerahnya seperti faktor keamanan dan pelanggaran hukum melalui aksi penyelundupan serta aksi ilegal lainnya. Selain itu, faktor tapal batas negara antara Indonesia dan Timor Leste yang belum selesai turut memengaruhi kesadaran masyarakat Atambua dalam menggali potensi yang dimilikinya. Diperlukan upaya signifikan untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut seperti dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan oleh pemerintah daerah serta pemerintah pusat bersama para pemuka adat, misalnya, untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas negara. Peran serta masyarakat dalam bidang keamanan dapat lebih digalakkan melalui babinsa dan linmas di setiap desa dan masih berjalannya sistem keamanan lingkungan (siskamling) pada tiap permukiman di daerah perbatasan. Kata kunci : perilaku, potensi daerah, keamanan perbatasan. Atambua sub-district of Belu Regency, East Nusa Tenggara Province, is home to abundant natural resources such as agriculture, plantations, farms, and tourism. Yet, the utilization of the potentials of this area by the public is not yet optimal. This is because its people do not have the skills, experience, knowledge, and motivation to benefit from the region. This situation has been happening for a long time but there has been no attempt made by either the private, public, or government body to change the pattern of this behavior with willingness to optimally exploit the potentials of the region. In addition, several factors are involved in the decrease of public awareness in exploiting the potential of their region such as safety factor and violation of law in the form of smuggling and other illegal actions. Also, the factor of an unresolved conflict about the state boundary between Indonesia and East Timor has also influenced the awareness of the Atambua people in exploring their potentials. Significant efforts are needed to resolve these issues such as by conducting disseminations and providing trainings by the local governments and the central government, along with the traditional leaders, to resolve the issues of national borders. The participation of the community in the field of security can be promoted through babinsa and Linmas at every village and the neighborhood security system (siskamling) at each settlement in the border area.

Full text

 

Metrics

  • visibility 213 views
  • get_app 37 downloads