Identifikasi dan Klasifikasi Usaha Budidaya Jaring Apung di Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa

Olvie V. Kotambunan • Eddy Mantjoro • Wiratama M. Sasue
Journal article Akulturasi - Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan • April 2015 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 82 pages)

Abstract

Traditionally, Pond Fish Culture are common found in several area of North Sulawesi. However floating net fish culture still rare and just developing in recent years. It is therefore, attracting attention to make a study on its way of management. The first step is to perform identification and classification of business, whether remain subsistence or developed to be an industrial ways of management. Fieldwork based on case study have been performed in two villages respectively Paleloan and Urongo of South Tondano District, Minahasa regency. It is identified that the floating net fish culture were managed on commercial artisanal basis rather than of subsistence. The business of fish culture was identified as of household unit of management and classified as of small scale fishery. It is seems however there is a possibility will develop towards industrial system of management. This is because the business activity was motivated by commercial needs rather than of subsistence one. Keywords : Floating net, Fish culture, Identification, Classification Abstrak Secara tradisional, kolam budaya ikan yang umum ditemukan di beberapa daerah Sulawesi Utara. Namun budidaya ikan jaring apung masih jarang dan hanya berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, menarik perhatian untuk membuat sebuah studi dalam perjalanan manajemen. Langkah pertama adalah untuk melakukan identifikasi dan klasifikasi bisnis, apakah tetap subsisten atau dikembangkan oleh industri manajemen. Kerja lapangan studi kasus telah dilakukan di dua Kelurahan masing-masing Paleloan dan Urongo Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa. Hal ini di identifikasi bahwa budidaya ikan jaring apung yang dikelola berdasarkan usaha komersial dari pada subsistensi. Usaha budidaya ikan dalam jaring apung di identifikasi sebagai unit rumah tangga dan di klasifikasikan sebagai perikanan skala kecil. Ada kemungkinan usaha ini bisa dikembangkan ke arah sistem industri manajemen. Hal ini kelihatan karena kegiatan usaha didorong oleh kebutuhan komersial dan bukan dari satu subsistensi. Kata kunci: Jaring apung, budaya Ikan, Identifikasi, Klasifikasi

Metrics

  • 486 views
  • 197 downloads

Journal

Akulturasi - Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan

Akulturasi is a journal published by Sam Ratulangi University in Indonesia that covers topics on ... see more