Demokrasi Pasca-konflik, Kekerasan dan Pembangunan Perdamaian di Aceh dan Maluku

  • Johari Efendi
  • Vidya Hutagalung
  • Fathun Karib
  • Sofyan Cholid
  • Rudi Sukandar
  • 3 more

Abstract

Studi demokrasi dan pembangunan perdamaian di wilayah pasca-konfik di Indonesia ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa di samping melakukan penghentian konflik dan membuat perjanjian perdamaian, merawat perdamaian dengan menjaga dinamika politik dan pembangunan adalah sangat penting dan menantang. Selain itu, studi yang selama ini banyak dilakukan lebih tertuju pada dinamika konflik dan kekerasan yang terjadi di masa konflik dan pasca-konflik. Belum banyak studi yang fokus pada bagaimana demokratisasi pasca-konflik dilangsungkan untuk menjaga proses pembangunan dan memelihara perdamaian. Studi ini diharapkan bisa mengisi gap tersebut. Studi ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK), kerja sama antara The Habibie Center dengan Kediputian I Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta didukung oleh The World Bank. Program ini didanai oleh hibah dari Korea Trust Fund for Economic and Peace Building Transitions. Publikasi buku ini juga didukung oleh DFAT-TAF Partnership.

Metrics

  • 34 views
  • 15 downloads

Publisher

The Habibie Center

The Habibie Center was founded by Bacharuddin Jusuf Habibie and family, as an independent, non-go... more

Funders

World Bank Group
Intergovernmental Organisation (International) • Funded 12 publications

The Asia Foundation
Funding Provider (International) • Funded 69 publications

DFAT | AusAID
Government Body in Canberra, Australia • Funded 135 publications