Combine Harvester: Teknologi Tidak Tepat Guna: Menilai Keberadaan Teknologi Combine Harvester dalam Konteks Pertanian Padi di Indonesia

Report AKATIGA • 2015 Indonesia

Abstract

Sejak tahun 2012, pemerintah melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berupaya memfasilitasi kebutuhan sarana mekanisasi pertanian pascapanen dengan memberikan bantuan teknologi combine harvester. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas melalui pengurangan ceceran hasil panen. Pemberian bantuan tersebut diharapkan sesuai dengan tujuan penanganan pascapanen yaitu menurunkan susut hasil komoditas tanaman pangan, mempertahankan mutu hasil, mempertahankan dan memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan daya saing komoditas tanaman pangan. Kebijakan pengembangan penanganan pascapanen tanaman pangan difokuskan pada upaya pengamanan hasil dan upaya mempertahankan kualitas hasil. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan menuju kemandirian pangan nasional. Namun, studi menunjukkan penggunaan teknologi combine harvester justru memunculkan banyak persoalan. Penggunaan teknologi ini tidak serta merta meningkatkan produktivitas secara signifikan. Persoalan lain yang muncul adalah terkait dengan Hilangnya mata pencaharian bagi penduduk miskin, memperkuat ketimpangan, monopoli rantai pemasaran beras, dan potensi konflik di masyarakat. Pemilikan combine harvester sebagai unit usaha pun hanya akan menguntungkan jika mampu memonopoli luas lahan panen yang ada atau dihadiahi oleh pemerintah. Sejauh ini, keunggulan combine harvester hanya pada kecepatan panen dan menghasilkan kualitas gabah yang lebih bersih. Kenyataan ini ditemukan melalui studi penelusuran menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan informasi yang digunakan mencakup pengumpulan data sekunder, pengamatan, transek, dan wawancara mendalam. Informasi kuantitatif (angka) dianalisis menggunakan perhitungan matematis dan statistik deskriptif.

Metrics

  • 100 views
  • 70 downloads

Publisher

AKATIGA

AKATIGA is a Bandung-based research institute founded in 1991 as a result of a partnership betwee... see more