Teacher Absenteeism and Remote Area Allowance Baseline Survey

Nina Toyamah • Nina Toyamah • Nina Toyamah • Nina Toyamah • Bambang Sulaksono 27 more
Report SMERU Research Institute • February 2011 Indonesia

Abstract

Tim peneliti koordinator penelitian: nina toyamah peneliti inti dan koordinator lapangan: nina toyamah, bambang sulaksono, meuthia rosfadhila, silvia devina, sirojuddin arif, stella aleida hutagalung, lisna sulinar sari, andriani, upik sabainingrum, nur aini peneliti lokal: bandung dan sukabumi, Jawa Barat ruhmaniyati dan dudi lesmanasurakarta, Jawa Tengah pratidina rupajati dan dwi bambang s.tuban, Jawa Timur rico feryanto dan devy pharma christianpekanbaru, Riau susy edwina dan evy maharanilahat, sumatra selatan diana handayani dan endy setiawan lombok tengah, Nusa Tenggara Barat eri hidayati dan nurul hidayatigowa, Sulawesi Selatan awaluddin dan titi nuriatinunukan, Kalimantan Timur masruni dan merry tobingkolaka, Sulawesi Tenggara abdi dan nurjana penanggung jawab dan penasihat penelitian: asep suryahadi editor valentina yulita dyah utari abstrak survei baseline kehadiran guru 2008 bertujuan untuk memperoleh perkiraan terbaru tingkat absensi guru di sekolah dasar (sd), mengetahui Perubahannya dalam lima tahun terakhir sejak diadakannya survei pertama pada 2003, dan mengetahui pengaruh pemberian program bantuan kesejahteraan untuk guru di daerah terpencil (bankes) terhadap tingkat absensi guru di Indonesia. selain itu, survei ini juga menggali informasi tentang tingkat absensi murid sd dan kemampuan murid kelas iv dalam pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. survei dilaksanakan di lima kabupaten penerima bankes dan lima kabupaten/kota nonpenerima bankes yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. jumlah total sdn sampel adalah 39 sdn penerima bankes dan 131 sdn nonpenerima bankes. survei menunjukkan bahwa meskipun tingkat absensi guru di Indonesia selama lima tahun terakhir cenderung menurun, variasi tingkat absensi guru antardaerah sampel yang sama meningkat. survei 2008 ini juga memperlihatkan bahwa keterpencilan wilayah sangat memengaruhi tingkat absensi guru. tingkat absensi guru di daerah-daerah yang relatif lebih maju atau perkotaan lebih rendah daripada tingkat absensi guru di perdesaan/kabupaten. selain itu, tingkat absensi guru di kabupaten/kota di wilayah barat Indonesia lebih rendah daripada tingkat absensi guru di wilayah tengah/timur Indonesia. pola yang sama tampak pada tingkat absensi murid dan hasil tes matematika dan bahasa Indonesia para murid. tingkat absensi guru dan murid berkorelasi negatif terhadap hasil tes matematika dan bahasa Indonesia murid kelas iv. berkaitan dengan program bankes, pemberian dana bankes bagi para guru di daerah terpencil–yang antara lain bertujuan menurunkan tingkat absensi guru di sekolah–belum menunjukkan dampak nyata. secara umum tingkat absensi guru di wilayah penerima bankes masih lebih tinggi daripada tingkat absensi guru di wilayah nonpenerima bankes. indikasi dampak pemberian bankes terhadap tingkat absensi guru hanya terlihat di kabupaten sukabumi dan kabupaten lahat. kata kunci: absensi, bantuan kesejahteraan (bankes), daerah terpencil, guru

Metrics

  • 51 views
  • 16 downloads

Publisher

SMERU Research Institute

Since its establishment in 2001, SMERU has been a leader in poverty and inequality research in In... see more