Factors Influencing Net Return of Transgenic Cotton Worldwide Over TIME

Julian Witjaksono
Journal article Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri • April 2016 Australia • China • India • Indonesia

Abstract

Meta data tentang manfaat ekonomi dari kapas transgenik yang bersumber dari hasil-hasil penelitian lebih dari satu dekade di empat negara, yaitu Amerika, Australia, China, dan India dapat dianalisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapas transgenik dari sudut pandang nilai ekonomi atau keuntungan USAha tani petani kapas dengan menggunakan data global dari lebih dari satu dekade hasil percobaan dan survei la-pangan. Indikator ekonomi yang dilihat meliputi hasil panen, biaya benih, biaya pestisida, biaya manajemen dan tenaga kerja, serta keuntungan USAha tani sebagai parameter yang dianalisis. Data dari indikator yang dikumpulkan merupakan meta data dari penelusuran literatur yang terkait dengan tujuan penelitian ini dan dilakukan analisis regresi untuk mengetahui dan memperkirakan hubungan antara variabel respon dan varia-bel penjelas pada parameter ini. Hasil penelitian menggunakan pendekatan analisis regresi menunjukkan bahwa variabel produksi adalah faktor utama yang mempengaruhi keuntungan USAha tani kapas transgenik. Dengan demikian, kapas transgenik merupakan teknologi yang dapat meningkatkan hasil dan sebagai faktor utama yang mempengaruhi tingkat keuntungan USAha tani. Teknologi kapas transgenik Bt dapat dimanfaat-kan oleh petani miskin sumber daya di negara-negara berkembang dalam upaya meningkatkan pendapatan mereka. Pemanfaatan kapas transgenik di Indonesia harus mempertimbangkan kondisi agroekosistem dan sosial ekonomi, serta dukungan kebijakan agar teknologi ini dapat bermanfaat bagi petani. Oleh karena itu, masih perlu dilakukan penelitian dan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut.The evidence of metadata based on the economic benefits using genetically modified (GM) cotton with different patterns across space and time could be analysed. To this end, investigation on the effects of GM cotton using global data from more than one decade of field trials and surveys were done. More specifically, the effects of GM cotton on crop yields, seed costs, pesticide costs, management and labor costs, and net return were analyzed. Based on the literature searched, regression analysis was conducted to investigate and estimate the relationship between response variables and explanatory variables on these parameters. The results using a regression analysis approach indicated that yield gain was the high expectation of cotton growers to optimize net returns. Put in another way, yield gain is the main factor influencing net return. As such, this study concludes that GM cotton is the technology which can lead to yield increases and capture higher net return. More so, lessons from this study may contribute to the assessment of this technology especially for the poor-resource farmers in the developing countries. The application of this technology in Indonesia has to consider the agroecosystem and socioeconomic condition, as well as support from the government policy. Indeed, research and assessment in deep analysis should be done with the consideration of the factors above before implementing this technology.

Metrics

  • 29 views
  • 9 downloads

Journal

Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri

Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri adalah jurnal ilmiah nasional yang dikelola o... see more