Islam dan Seksualitas: Bias Gender dalam Humor Pesantren

Sumadi Sumadi
Journal article El-Harakah • 2017 Indonesia

Abstract

Humor becomes an important part in institutionalizing the culture of pesantren. Yet, the humor in pesantren often ignores the values that respect gender equality. Understanding Islam pesantren patriarchy becomes the root for establishing the themes of humor that exploit women's bodies and sexuality. Study of humor and sexuality in pesantren in Indonesia are still unnoticed. This study used a qualitative research approach with a feminist analysis in pesantren Priangan West Java. The results of this study showed that Islam patriarchy in pesantren institutionalized within the themes of humor created by kiai, teachers, and students in pesantren. As the implication, humor in pesantren contains the values and ideology of gender bias in the form of stereotyping, objectification, and the domestication of women. Dominant objects in pesantren humor are the body and female sexuality. The body becomes the center of worship and praise despite the epicenter definition, identity, and control on women by men.Humor menjadi bagian penting dalam pelembagaan budaya pesantren. Akan tetapi humor-humor di pesantren sering mengabaikan nilai-nilai yang menghargai kesetaraan gender. Pemahaman Islam pesantren yang patriarki menjadi akar pembentukan tema-tema humor yang mengeksploitasi tubuh dan seksualitas perempuan. Kajian humor dan seksualitas di lingkungan pesantren di Indonesia termasuk yang luput dari perhatian. Kajian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis feminis di pesantren Priangan Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa patriarkisme Islam pesantren terlembagakan dalam tema-tema humor yang dibuat kiai, guru, dan santri di pesantren. Implikasinya humor-humor di lingkungan pesantren mengandung tata nilai dan ideologi bias gender berupa stereotip, objektifikasi, dan domestifikasi perempuan. Objek yang dominan humor di pesantren yaitu tubuh dan seksualitas perempuan. Tubuh menjadi pusat puja dan puji, tetapi menjadi episentrum pendefinisian, pemberian identitas, dan kontrol pada perempuan yang dilakukan laki-laki.

Metrics

  • 174 views
  • 81 downloads

Journal

El-Harakah

El-Harakah adalah peer-reviewed journal yang terbit dua kali dalam setahun dipublikasikan oleh UI... see more