Gerakan Politik Forum Paguyuban Petani Kabupaten Batang (FPPB)

  • Hilma Safitri

Abstract

Terminologi “Dari Gerakan Sosial Menuju Gerakan Politik” ini dimaknai oleh FPPB/FP2NBP sebagai upaya untuk melengkapi strategi-strategi yang sudah dijalankan selama ini, yaitu strategi pendudukan tanah dan diikuti dengan upaya-upaya ikut terlibat di dalam agenda-agenda politik praktis yang ada untuk mendudukkan kadernya di posisi-posisi formal pengambilan keputusan dari tingkat desa hingga pemerintahan yang lebih tinggi (Kabupaten, Provinsi, dan Pusat). Di dalam studi ini, FPPB/FP2NBP tidak merencanakan segala sesuatunya dengan lengkap, karena walaupun tampak jelas adanya beberapa keberhasilan yang dicapai di dalam strategi politik seperti yang direncanakan, masih saja di beberapa sisi terdapat banyak kekurangan. Hal yang dianggap menjadi kekurangan adalah bahwa kader organisasi yang terpilih menjadi kepala desa adalah kader yang sesungguhnya tidak siap menjadi kepala desa. Faktor ini disebabkan oleh karena kader yang dicalonkan memang tidak memiliki pengalaman serta sangat terbatas kemampuannya untuk menjadi kepala desa. Demikian juga dengan FPPB/FP2NBP yang tidak memiliki kelengkapan instrumen untuk mengawal kadernya, khususnya sesudah terpilihnya kader menjadi kepala desa. Berdasarkan kekurangan-kekurangan tersebut, hal-hal yang masih diandalkan kemudian adalah bagaimana semua anggota organisasi tetap menggarap lahan yang sudah diduduki. Dengan banyaknya upaya yang dimotori oleh FPPB/FP2NBP, dengan segala keahlian yang dimiliki, para anggota organisasi di tingkat lokal hanya melakukan satu hal yang sangat penting, yaitu melakukan kegiatan pertanian di tanah yang sudah mereka perjuangkan sebelum FPPB/FP2NBP ini terbentuk. Di sinilah sesungguhnya kekuatan organisasi FPPB, ketika semua anggota tetap berdiri di tanah garapannya, serta terusmenerus menganggap bahwa tanah adalah sumber penghidupan utama., Pada saat itulah para anggota justru membutuhkan organisasi sebagai wadah bersama untuk berorganisasi.

Metrics

  • 43 views
  • 15 downloads

Publisher

AKATIGA

AKATIGA is a Bandung-based research institute founded in 1991 as a result of a partnership betwee... more