Meningkatkan Kapasitas Ibu dalam Melakukan Mediasi Perkembangan Kognitif Anak: Studi pada Ibu dengan Sumberdaya Terbatas di Daerah Endemik GAKI

Leny Latifah • Djauhar Ismail • Indria Laksmi Gamayanti • Yayi Suryo Prabandari
Conference paper Child Poverty and Social Protection Conference • September 2013

Abstract

Latar Belakang: Risiko multifaktor yang menyertai GAKI memperberat defisit perkembangan kognitif anak di daerah endemik GAKI, dan faktor yang terpenting adalah stimulasi pada anak serta kondisi pengasuhan di lingkungan rumah yang kurang. Tujuan: mendapatkan gambaran sumberdaya pengasuhan, anemia, dan stunting pada anak pra sekolah, serta dampak pelatihan pengasuhan pada keterampilan ibu melakukan mediasi perkembangan kognitif pada anak secara verbal. Metode: quasi eksperimen pre-post with control group design. Sebanyak 78 ibu dan anak usia 4-5 tahun dari kecamatan Pituruh, Purworejo mengikuti penelitian. Data inteligensi ibu dengan CFIT (Culture Fair Intelligent Test), status goiter ibu dengan palpasi. Pemeriksaan anak meliputi status gizi dengan mengukur berat dan tinggi badan, status anemia dengan mengukur kadar Haemoglobin, dan perkembangan kognitif dengan WPPSI (Weschler Primary and Preschool Scale of Intelligent). Kesiapan berperilaku diukur dengan kuesioner efikasi dan perencanaan pengasuhan, kemampuan mediasi perkembangan kognitif ibu dengan Mother Child Picture Talk Task (MCPTT). Intervensi stimulasi kognitif berbasis pengasuhan diberikan selama tiga bulan, dengan 12 kali pertemuan. Setiap pertemuan selama 60-90 menit. Hasil: Risiko rendahnya sumberdaya keluarga, baik sumberdaya ekonomi maupun pengasuhan, ditunjukkan dengan pekerjaan bapak sebagian besar petani penggarap (59%), dan ibu sebagai ibu rumahtangga (71%). Ibu dan bapak, sebagian besar berpendidikan SD ke bawah (60.3%), dengan tingkat kecerdasan ibu yang kurang (rata-rata 66,4 ± 14,5) termasuk risiko mental defektif. Sesudah intervensi, efikasi diri serta kemampuan mediasi perkembangan kognitif ibu meningkat, terutama pada level ketiga, kemampuan elaboratif (p<0.05) yang ditandai dengan kemampuan mengajukan pertanyaan terbuka, menghubungkan dengan pengalaman anak, mengembangkan materi, dan memberikan komentar positif. Kesimpulan dan Rekomendasi: risiko multifaktor hambatan perkembangan anak di daerah endemik GAKI memerlukan penanganan terpadu dan lintas sektor, serta penguatan kualitas pengasuhan keluarga. Penggunaan teori Perubahan perilaku dalam tahap pelatihan yaitu modifikasi teori Health Action Process Approach mendukung peningkatan efikasi diri ibu melakukan Perubahan perilaku. Prinsip-prinsip dan materi intervensi dapat diterapkan pada program parenting yang sudah ada, atau diujicobakan pada kader program pos PAUD berbasis komunitas, terutama di daerah dengan sumberdaya terbatas, untuk meningkatkan efikasi diri dan keterampilan kader/guru untuk mendayagunakan kearifan dan sumberdaya lokal dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Metrics

  • 36 views
  • 20 downloads

Conference

Child Poverty and Social Protection Conference

The Child Poverty and Social Protecion Conference is organized in the spirit of an exchange of kn... see more