Hubungan Klasifikasi Longsor, Klasifikasi Tanah Rawan Longsor Dan Klasifikasi Tanah Pertanian Rawan Longsor

Priyono Fakultas Pertanian Unisri
Journal article Gema • January 2015

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bentuk hasil gerakan massa (mass movement)di sepanjang bidang luncurnya (bidang longsornya) kritis. Gerakan massa adalah perpindahanmassa batuan, regolit dan tanah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah karenapengaruh gaya gravitasi. Kejadian bahaya longsor (gerakan massa tanah) sering terjadi pada banyak tempat diIndonesia terutama di daerah-daerah lereng curam / terjal. Dengan banyaknya kejadian longsortersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan (tipe, faktor yang mempengaruhinya maupun waktu dan tempat kejadiannya) baik sebelum, saat dan pasca kejadian longsor, maka untukmendapatkan bahkan memperdalam pengetahuan ini diperlukan suatu pengetahuan / ilmu yangmenyangkut klasifikasi tanah longsor yakni berupa klasifikasi longsor, klasifikasi umum tanahrawan longsor, dan klasifikasi tanah pertanian rawan longsor serta hubungan ke tiganya. Sifat tanah pertanian yang rentan atau rawan longsor yang diperoleh dicocokkandengan kriteria hasil perpaduan Sistem Klasifikasi tanah Soil Taxonomy USDA, FAO /UNESCO, dan PPT-Bogor maupun Unified Landslide Classification System, IUGS,ASTM, MITnomenclature, IAEG Commission; UNESCO WP on WLI dan lainnya. Pemberian nama tanahdiambilkan dari Sistem Klasifikasi tanah Soil Taxonomy USDA, FAO/UNESCO, dan PPT-Bogor

Metrics

  • 558 views
  • 3924 downloads

Journal

Gema

Gema UNIBA dimaksudkan sebagai media komunikasi, informasi dan edukasi bagi civitas Akademika UNI... see more