More Evidence on the Presence of an Unknown Toxic Substance(s) in the Sagabean

Oey Kam Nio • J. Herlinda • G. Nainggolan Sihombing • Lie Goan Hong
Journal article Indonesian Bulletin of Health Research • June 1984

Download full text
(English, 6 pages)

Abstract

Saga (Adenanthera pavonina Linn) tergolong kacang-kacangan (Leguminosae), maka diduga se­perti juga hampir semua kacang-kacangan, mengandung faktor-faktor "anti-nutrisi", seperti trypsin inhibitor, fitohaemagglutinin dan saponin. Telah diketahui bahwa ada beberapa kacang-kacangan, yang di samping faktor "anti-nutrisi", juga mengandung zat beracun seperti: koro wedus (Dolichos lablab) dan kratok (Phaseolus lunatus), yang mengandung sianida (HCN), lamtoro (Leucaena glauca) yang mengandung mimosine, dan saga (Abrus precatorius Linn) ycng mengandung racun abrin. Timbul pertanyaan apakah biji saga juga mengandung racun, di samping faktor anti-nutrisi tersebut di atas. Pada biji saga yang telah dikuliti, direndam, dicuci dan direbus dapat dianggap bahwa faktor-faktor anti-nutrisinya telah hilang. Tetapi walaupun demikian terbukti dengan percobaan tikus putih muda, bahwa biji saga yang telah diolah tetap hanya dimakan sedikit saja, juga bila ditambah dengan methio­nine dan threonine, dua asam amino yang sudah diketahui sangat terbatas kadarnya dalam protein biji saga. Dari percobaan ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa dalam biji saga juga terdapat suatu zat toksik (racun) yang tidak dapat dihilangkan dengan cara pengolahan tersebut di atas.

Metrics

  • 261 views
  • 76 downloads

Journal

Indonesian Bulletin of Health Research

Buletin Penelitian Kesehatan (Indonesian Bulletin of Health Research) is a quarterly, open access... see more