Dinamika Struktur Pendapatan Rumah Tangga Perdesaan di Desa Sawah Berbasis Padi

Erma Suryani • Supriyati
Book chapter IAARD • 2015

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik (2014a), pendapatan rumah tangga adalah seluruh penghasilan atau penerimaan berupa uang atau barang dari semua anggota rumah tangga yang diperoleh, baik yang berupa upah/gaji, pendapatan dari usaha rumah tangga, pendapatan lainnya, dan pendapatan yang berasal dari pemberian pihak lain (transfer). Dengan kata lain, pendapatan rumah tangga merupakan balas jasa faktor produksi tenaga kerja, balas jasa kapital, maupun pendapatan yang berasal dari pemberian pihak lain (transfer). Sumber pendapatan rumah tangga digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu pendapatan sektor pertanian dan nonpertanian. Sumber pendapatan dari sektor pertanian terdiri atas pendapatan dari usaha tani, ternak, buruh petani, menyewakan lahan, dan bagi hasil. Sumber pendapatan dari sektor nonpertanian dibedakan menjadi pendapatan dari industri rumah tangga, perdagangan, pegawai, jasa, buruh nonpertanian serta buruh subsektor pertanian lainnya (Sajogyo, 1990). Pendapatan rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan ekonomi secara langsung, di samping pangsa pengeluaran pangan, nilai tukar petani, kemiskinan, dan kecukupan kalori (Purwoto et al., 2011). Berdasarkan Survei Pendapatan Rumah Tangga, dalam periode 2004–2013 rata- rata pendapatan rumah tangga usaha pertanian meningkat, dari Rp4,105 juta menjadi Rp12,413 juta atau meningkat sekitar 200% (BPS, 2014b). Dilihat dari strukturnya, pendapatan dari usaha pertanian masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan rumah tangga, yaitu 44% pada 2003 dan 46% pada tahun 2013. Dalam periode tersebut, kontribusi pendapatan dari berburuh di sektor pertanian dan usaha di luar sektor pertanian cenderung menurun, sementara pendapatan berburuh di luar sektor pertanian cenderung meningkat. Dari sumber yang sama, struktur pendapatan dari usaha pertanian dalam periode 2004–2013 dapat disampaikan sebagai berikut: (1) kontribusi pendapatan terbesar adalah dari tanaman perkebunan (sekitar 33%), tidak terjadi pergeseran, bahkan kontribusi cenderung meningkat; (2) kontribusi pendapatan dari tanaman padi menduduki peringkat kedua, yaitu sekitar 25%; (3) kontribusi pendapatan dari tanaman hortikultura cenderung menurun, dan kontribusinya sekitar 10%; dan (4) kontribusi pendapatan dari tanaman palawija relatif kecil dibandingkan dengan pendapatan dari tanaman padi, hanya sekitar 7% dan mengalami kecenderungan menurun.

Metrics

  • 38 views
  • 24 downloads

Publisher

IAARD

The Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) is an agricultural resear... see more