Sintesis Pendapatan Rumah Tangga Perdesaan

Adi Setiyanto
Book chapter IAARD • 2015 Indonesia

Abstract

Jauh sebelum negeri ini merdeka, para sesepuh dan leluhur yang mendahului kita telah berpesan yang kalau diterjemahkan secara bebas adalah sebagai berikut: “Selalu kumpul sekalipun diumpamakan tidak makan, pasti akan serba kecukupan2. Tidak boleh memutus silaturrahim. Kerja sama, gotong royong, dan persatuan harus dijaga. Janganlah kekeluargaan dan gotong-royong diganti dengan perpecahan dan persaingan. Tuntutlah ilmu di mana pun tempat sumber ilmu itu berada. Sekalipun negara lain ibaratnya hujan emas permata, janganlah merantau ke sana. Cintailah diri sendiri dan negeri ini (tanah air). Di negara lain kita akan kurus kering sekalipun kelihatannya makmur yang akan diperoleh. Tidak akan memperoleh kekayaan yang hakiki, Allah SWT yang Maha Kuasa di mana pun tempat sama. Lebih baik bekerja keras membangun negara, agar aman, tenteram, makmur, sejahtera, dan serba ada atau berkecukupan” (Kitab Babad Tanah Jawi [Pangeran Wijil] dan Musarar [Sunan Giri Prapen]). Makna kutipan tersebut sangatlah dalam. Kedalaman makna dari kutipan tersebut sebenarnya telah dituangkan oleh the founding fathers kita di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan dan merupakan salah satu visi dan misi besar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini. Di antaranya adalah tertulis: “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” (Pembukaan UUD 1945). Namun demikian, setelah hampir 70 puluh tahun merdeka, sudah melangkah lebih dari 69 tahun dari gerbang kemerdekaan, apakah kita kita sudah merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur? Proklamator, sekaligus presiden pertama dan salah satu the founding fathers kita mengucapkan salah satu kata-katanya yang sangat terkenal pada bulan November 1945, yaitu “Setelah merdiko kita merdeso” atau “Setelah merdeka kita menata pemerintahan dan membangun mulai dari perdesaan”. Hal ini memberikan pesan luhur bahwa salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah kesuksesan dalam membangun perdesaan.

Metrics

  • 258 views
  • 200 downloads

Publisher

IAARD

The Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) is an agricultural resear... see more