Kemiskinan Rumah Tangga Perdesaan Lahan Kering Perkebunan

Adi Setiyanto
Book chapter IAARD • 2015

Abstract

Kemiskinan adalah suatu fenomena atau proses multidimensi, yang artinya kemiskinan disebabkan oleh banyak faktor (World Bank, 2000). Oleh karenanya, kemiskinan merupakan konsep yang multidimensional, dan menurut Ellis (1998a, 1998b, 2000, 2001, 2002, 2004) dimensi kemiskinan menyangkut berbagai aspek, di antaranya adalah ekonomi, politik, dan sosial-psikologis. Secara ekonomi, kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang. Sumber daya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Secara politik, kemiskinan dilihat dari tingkat akses terhadap kekuasaan (power). Kekuasaan dalam pengertian ini mencakup tatanan sistem politik yang dapat menentukan kemampuan sekelompok orang dalam menjangkau dan menggunakan sumber daya. Ada tiga pertanyaan mendasar yang berkaitan dengan akses terhadap kekuasaan ini, yaitu (1) bagaimana orang dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dalam masyarakat; (2) bagaimana orang dapat turut ambil bagian dalam pembuatan keputusan penggunaan sumber daya yang tersedia; dan (3) bagaimana kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Kemiskinan secara sosial- psikologis menunjuk pada kekurangan jaringan dan struktur sosial yang mendukung dalam mendapatkan kesempatan-kesempatan peningkatan produktivitas. Dimensi kemiskinan ini juga dapat diartikan sebagai kemiskinan yang disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat yang mencegah atau merintangi seseorang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada di masyarakat. Pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani merupakan salah satu tujuan pembangunan pertanian. Hasil pembangunan pertanian dalam rangka pengentasan kemiskinan perlu dievaluasi untuk menjaring umpan Balik bagi penyempurnaan kebijakan dan strategi pembangunan pertanian ke depan. Evaluasi tersebut perlu dilakukan pada lingkup makro maupun mikro di mana pada lingkup makro difokuskan pada dinamika kemiskinan perdesaan secara nasional, sedangkan mikro kemiskinan di tingkat desa dan pada tingkat rumah tangga tani yang merupakan pelaku utama usaha pertanian. Makalah ini secara umum bertujuan untuk membahas dinamika kemiskinan pertanian secara makro pada lingkup nasional dan secara mikro pada lingkup rumah tangga tani. Secara khusus penulisan makalah ini membahas dinamika kemiskinan rumah tangga lahan kering perkebunan. Keluaran yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah dinamika kemiskinan perdesaan secara makro periode 2007– 2013 dan dinamika kemiskinan pada rumah tangga lahan kering perdesaan berdasarkan data Patanas tahun 2009 dan 2012, serta rumusan alternatif kebijakan pembangunan pertanian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani berdasarkan kedua hasil analisis tersebut.

Metrics

  • 158 views
  • 103 downloads

Publisher

IAARD

The Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) is an agricultural resear... see more