Setting Parameter Mesin Press Dengan Metode Respon Permukaan Pada Pabrik Kelapa Sawit

Candra Bachtiyar • Rodhi Amrillah

Abstract

Parameter kontrol yang harus dijaga pada mesin press adalah biji pecah (broken nut) dengan nilai standard maksimal 18% dan kehilangan minyak dalam serabut (oil losses in fibre/oil dry) dengan nilai standard adalah 6,8–7,5%. Penelitian ini menggunakan metode respon permukaan sebagai alat untuk menentukan kondisi operasi optimum mesin press dengan parameter temperatur digester dan tekanan hidraulik. Temperatur digester divariasikan pada 93, 98, 103 0C dan tekanan hidrolik divariasikan pada 30, 40, 50 bar untuk percobaan ordepertama dan menggunakan skema central composite design (CCD) pada percobaan orde kedua. Hasil penelitian menunjukkan temperatur digester dan tekanan hidrolik berpengaruh terhadap kualitas parameter yang dikontrol.ˆ 2 2Model yang dihasilkan untuk biji pecah adalah Yb = 275,397 – 6,059 X 1 + 1,847 X 2 + 0,033 X 1ˆ- 0,003 X 2 -0,014 X 1 X 2 dan untuk kehilangan minyak dalam serabut adalah Yo = 237,337 – 4,431 X 1 - 0,814 X 2+ 0,0222 2X 1 + 0,002 X 2 + 0,006X 1 X 2 . Parameter optimal mesin press diperoleh pada saat temperatur digester 96,90C dan tekanan hidraulik 39,3 bar dengan respon broken nut sebesar 13,75% dengan nilai desirability 0,70916 dan oil dry sebesar 7,01% dengan nilai desirability 0,9883.

Metrics

  • 119 views
  • 66 downloads

Journal

Indonesian Journal of Industrial Research

The Indonesian Journal of Industrial Research (Jurnal Riset Industri) is a periodic scientific jo... see more