Studi Arsitektur Rumah Betang Kalimantan Tengah

Noor Hamidah • Tatau Wijaya Garib
Journal article Jurnal Arsitektur Melayu dan Lingkungan • 2014 Indonesia • Netherlands

Abstract

Rumah Panjang atau disebut ”Betang”merupakan rumah tinggal tradisional masyarakat Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah.Betangmempunyai nilai historis dan sakral merupakan bentukpermukiman awal dan mata rantai kebudayaan masa lampau, kini dan masa mendatang. Betang berlokasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai Kapuas, Kahayan, Barito, Mentaya dan Katingan.Betangmerupakan cikal bakal proses perkembangan kota-kota di Kalimantan Tengah (Riwut, 1979). Betangdalam penelitian ini mengangkat dua studi kasus yaitu BetangBuntoi dikenal dengan Huma Gantung Buntoi merupakan pecahan betang terletak di Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, dan Betang Toyoi terletak di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Huma Gantung Buntoi di masa lalu dihuni oleh seorang kepala adat bergelar Singa (Singa Jalla) yaitu pemimpin yang taat pada adat dan tradisi Suku Dayak Ngaju.Perubahan lingkungan Huma Gantung Buntoi terjadi ketika masa kolonial Belanda, kondisi lingkunganyang belum aman menyebabkan Huma Gantung Buntoi tertutup pagar tinggi disebut Bakota sebagai USAha proteksi terhadap serangan musuh.Perubahan terlihat ialah bangunan penunjang telah dinyatakan hilang, Perubahan fungsi ruang dan Perubahan pada bentuk fisik Huma GantungBuntoi.Untuk memperoleh gambaran yang benar mengenai bentuk awal Huma Gantung Buntoi diperlukan obyek lain sebagai pembanding yaitu Betang Toyoi di Tumbang Malahoi, Kabupaten Gunung Mas memiliki sejarah lebih tua dari Huma Gantung Buntoi. Huma Gantung Buntoi dan Betang Toyoimemiliki keistimewaan: (1) Sebagai mata rantai perkembanganBetangterletak di sepanjang DAS; (2) konsep tata ruang rumah Betang; dan (3) elemen bangunan rumah Betang.Metode penelitian melaluipengamatan lapangan (field observation) dan wawancara(depth interview) dengan nara sumber tokoh masyarakat yang mengetahui betul mengenai:(1) sejarah; (2) elemen bangunan; (3) Perubahan fungsi tata ruang padaHuma Gantung Buntoi dan Betang Toyoi. Hasil penelitian ini terungkap bahwa tiga faktor dominan dalam filosofi rumah Betang, yaitu: (1) sejarah perkembanganBetang (sepanjang DAS)(2) elemen bangunan; dan (3) pola ruang dan lingkungan.

Metrics

  • 62 views
  • 84 downloads

Journal

Jurnal Arsitektur Melayu dan Lingkungan

Jurnal Arsitektur Melayu dan Lingkungan diterbitkan oleh Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Univers... see more