Mengelola Perubahan Organisasi (Sebuah Prespektif Perilaku)

Asep Sudarsyah
Journal article Jurnal Administrasi Pendidikan UPI • April 2012

Abstract

Pendekatan instrumentalistik (teknikalistik) dalam mengelola Perubahan organisasi sering gagal karena faktor human life dalam organisasi diabaikan. Perilaku organisasi membawa kita pada prespektif perilaku yang unik tentang manusia dalam mengelola Perubahan, terutama terkait dengan seberapa jauh kesiapan anggota organisasi untuk melakukan Perubahan (readiness for change). Kesiapan mereka ditentukan oleh banyak faktor determinasi dan faktor tersebut mungkin lebih merupakan probalitas yang setidaknya diperhitungan dalam mengelola Perubahan. Tiga faktor determinasi yang diterima sebagai faktor yang menyebabkan terbentuknya kesiapan anggota organisasi untuk melakukan Perubahan adalah change valence, change efficacy dan faktor kontektual. Change valence merupakan persepsi anggota organisasi terhadap outcome dari suatu Perubahan (what's in it for me?): apakah itu menguntungkan, dibutuhkan atau bermanfaat buat mereka. Tentunya banyak ragam alasan mengapa anggota organisasi memerlukan Perubahan, penting bagi organisasi membentuk valensi sebagai alasan organisasional untuk berubah. Persoalan berikutnya adalah pengembangan change efficacy, yaitu kemampuan untuk melakukan Perubahan yang ditentukan oleh tiga faktor picu (tuntutan tugas, ketersediaan sumber daya dan faktor situasional). Penilaian positif secara kolektif dari anggota organisasi terhadap ketiga faktor tersebut menyebabkan anggota mempunyai kemampuan untuk melakukan Perubahan. Faktor ketiga adalah faktor situasional, bahwa konteks organisasi dapat memberikan sumbangan yang postif terhadap pembentukan change valence, misalnya karena nilai budaya organisasi cocok dengan Perubahan yang akan diusung dan memudahkan dalam mengelola Perubahan. Terakhir, outcome dari kesiapan Perubahan adalah sejumlah perilaku yang positif terkait dengan Perubahan, seperti insiatif dan kerja kolaboratif yang efektif dari anggota organisasi.Instrumentalistic (technicalistic) approach in managing organizational change. Organizational behavior leads us to the unique behavioral perspective of human beings in change, related to the far-reaching experience of organizational members to make changes (readiness for change). Their readiness is determined by many factors of determination and that factor may be more of a calculated probability in change. Factors that cause the formation of readiness of members of the organization to make changes are changes in valence, changes in efficacy and contextual factors. The change of valence is the perception of the members of an organization toward the outcome of a change (what's in it for me?): Whether it's beneficial, necessary or beneficial to them. Of course, there are many reasons why organizational members need change, important for organizations formed valence as organizational reasons to change. The next problem is the development of changes in efficacy, namely the ability to make changes that are determined by three trigger factors (tasks, source factors and situational factors). A collective positive assessment of the organization's members of those factors leads to members having the ability to make changes. The third factor is situational factors, ie the organizational context can provide a positive contribution to the formation of valence changes, for example because of cultural changes in accordance with the changes that will be carried and facilitate the change. Finally, the outcome of change readiness is something related to change, such as effective initiative and collaborative work of the members of the organization.

Metrics

  • 159 views
  • 81 downloads

Journal

Jurnal Administrasi Pendidikan UPI

Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) has been published since 2003 by Indonesia University of Edu... see more