Situasi Diglosia Pada Penutur Bahasa Ngaju Di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Kalteng (Diglosia Situation on the Ngaju Language Speakers in Katingan Regency Central Katingan Subdistrict of Central Kalimantan)

Zulkifli, Lili Agustina Dan
Journal article Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya • 2014 Indonesia

Abstract

Situasi Diglosia pada Penutur Bahasa Ngaju di Kecamatan Katingan Tengah KabupatenKatingan Kalteng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahasa yang digunakan dan untukmengetahui situasi diglosia pada penutur bahasa Ngaju di Kecamatan Katingan Tengah KabupatenKatingan Kalteng. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif,dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalahobservasi, wawancara, kepustakaan, teknik rekam/simak dan teknik catat. Data tentang diglosiadilihat dari tujuh ranah, yakni ranah keluarga, ranah pergaulan, ranah transaksi jual beli, ranahagama, ranah pemerintahan, ranah pendidikan, dan ranah profesi/pekerjaan. Selain itu juga, data204diperoleh dari pemilihan bahasa, seperti di editorial surat kabar, siaran berita, dan sastra rakyat.Berdasarkan temuan penelitian menunjukan bahwa penutur bahasa Ngaju merupakan bilingualdan multilingual. Hal ini terlihat dengan beragamnya bahasa yang digunakan dan penguasaandari masing-masing penutur bahasa Ngaju. Hasil penelitian berdasarkan ranah keluarga dan ranahpergaulan dengan teman sesuku, menunjukan bahwa masih dominannya penutur menggunakanbahasa Ngaju, dalam ranah transaksi jual beli, terlihat bahwa bahasa Banjar lebih dominan. Fungsibahasa Banjar sebagai bahasa transaksi jual beli di Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan.Dalam ranah agama, khususnya kebaktian di Gereja terbentuk situasi triglosik (penggunaan bahasaNgaju dan bahasa Indonesia seimbang), sedangkan khotbah di Masjid lebih dominan menggunakanbahasa Indonesia sebagai bahasa tinggi (T). Ranah pemerintahan, ranah pendidikan dan ranahprofesi, situasi diglosia yang terjadi adalah lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia sebagairagam bahasa tinggi (T), walaupun terjadi diglosia yang kurang mantap pada ranah pendidikanyang dituturkan pelajar penutur Ngaju akibat penguasaan bahasa Indonesia yang masih kurangmantap. Pemilihan bahasa yang digunakan dalam editorial surat kabar dan siaran berita menggunakanbahasa Indonesia sebagai ragam bahasa tinggi (T), sedangkan sastra rakyat lebih dominanmenggunakan bahasa Ngaju (R) walaupun terdapat juga menggunakan bahasa Indonesia.Kata-

Metrics

  • 132 views
  • 48 downloads

Journal

Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya

Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP) diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Stu... see more