Metrics

  • visibility 580 views
  • get_app 485 downloads
description Journal article public Jurnal Bahas Unimed

Eufemisme Bahasa Minangkabau Dialek Pariaman

Syamsul Bahri
Published 2012

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang penghalusan bahasa yang merupakan ungkapan - ungkapan yang lebih santun dan sopan untuk menghindari pernyataan yang dirasakan kasar,yaitu mengenai Eufemisme Bahasa Minangkabau Dialek Pariaman. Masyarakat Minangkabau termasuk Pariaman masih kuat berpegang teguh pada adat istiadat dan agama,hal ini memandu masyarakat tersebut memiliki sikap yang lebih santun dan sopan dalam berbicara.Tatakrama dalam berbicara inilah yang disebut Langgam Kato.Pada Masyarakat Minang Pariaman,ditemui juga penggunaan penghalusan bahasa atau Eufemisme pada kata sapaan yang berhubungan dengan Kato Nan Ampek yang disesuaikan dengan tatakrama berbicara atau Langgam Kato yaitu Kato Mandaki ( yaitu kata sapaan yang digunakan kepada orang yang lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi ),Kato Manurun (yaitu kata sapaan yang digunakan kepada orang yang lebih muda atau status sosialnya lebih rendah ),Kato Malereng ( yaitu kata sapaan yang digunakan kepada orang yang berada dalam posisi yang sama dan saling menghargai atau menghormati dalam suatu hubungan keluarga ) dan Kato Mandata (yaitu kata sapaan yang digunakan pada orang yang sebaya atau sama dari segi umur,status sosial dan hubungannya lebih dekat atau akrab). Pada bahasa Minangkabau dialek Pariaman ternyata ditemui juga jenis jenis Eufemisme menurut Allan and Burridge,yaitu ekspresi figuratif (figurative expression ),metafora ( metaphor ),Plipanci (flippancy),memodelkan kembali (remodeling ) ,sirkumlokasi ( circumlocutions ),satu kata untuk menggantikan kata lain ( one for one substitution ),Umum ke khusus ( general for specific ),hiperbola ( hyperbole),makna diluar pernyataan ( understatement),dan kolokial (colloquial ).Dengan adanya penghalusan bahasa ini tentu dapat memperkaya bahasa Minangkabau Dialek Pariaman yang lebih santun yang dapat terus berkembang dan dilestarikan dalam upaya pengembangan bahasa daerah yang dapat memperkaya bahasa nasional.

Full text

 

Metrics

  • visibility 580 views
  • get_app 485 downloads