Distribusi Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (Hpr) Dan Kasus Rabies Di Kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur

Ira Indriaty P. B. Sopi • Fridolina Mau
Journal article Indonesian Journal of Health Ecology • September 2013 Indonesia

Abstract

Rabies adalah penyakit infeksi zoonotic akut padasystem saraf pusat yang disebabkan oleh family Rhabdovirus dan genus Lyssavirus. Data tentang penyebaran rabies di Kabupaten Ngada menunjukkan bahwa ada 3 kasus rabies pada tahun 2000. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan kasus rabies di Kabupaten Ngada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan dari kasus gigitan HPR dan kasus rabies tahun 2004 sampai Oktober 2008. Data tersebut merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus gigitan HPR tertinggi per puskesmas adalah di Puskesmas Watumanu pada tahun 2007, yaitu 79 kasus. Puncak terjadinya kasus gigitan HPR adalah pada tahun 2004, yaitu 78 kasus di bulan Mei, dan 77 kasus di bulan Juni. Median kasus per bulan pada bulan Juli, yaitu 26 kasus. Hewan peliharaan masyarakat yang paling sering menularkan rabies adalah anjing. Pendekatan persuasive dan intensif melalui pendidikan kesehatan untuk mengajak masyarakat memvaksinasi hewan peliharaan sangat dibutuhkan. Hal ini karena, kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, akan mendukung keberhasilan program pemberantasan rabies di Kabupaten Ngada.

Metrics

  • 271 views
  • 807 downloads

Journal

Indonesian Journal of Health Ecology

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) is a peer-reviewed academic journ... see more