Situasi Pasca Pengobatan Massal Filariasis Di Desa Buru Kaghu, Kecamatan Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya

Ira Indriaty P. B. Sopi • Ruben Wadu Willa
Journal article Indonesian Journal of Health Ecology • June 2014

Abstract

Filariasis limfatik adalah penyakit parasit dimana cacing filaria (Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori) menginfeksi jaringan limfe (getah Bening). Mikrofilaria rate di Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2011 sebesar 1,16%, mf rate di Desa Buru Kaghu sebesar 1,32%. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendapatkan gambaran situasi daerah endemis filariasis pasca pengobatan massal filariasis di Desa Buru Kaghu. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jenis penelitian tanpa intervensi. Sampel penelitian yakni masyarakat dengan jumlah sampel sebanyak 501 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 501 responden tidak ditemukan kasus positif mikrofilaria. Jumlah nyamuk tertangkap sebanyak 174 ekor dengan puncak kepadatan pada Pkl. 20.00-21.00 WITA sebanyak 31 ekor. Cx. vishnui memiliki jumlah terbanyak dibandingkan dengan spesies lain yaitu 52 ekor (29,9%), puncak kepadatannya pada Pkl. 22.00 - 23.00 WITA sebanyak 10 ekor. Pembedahan pada seluruh spesies secara individu tidak ditemukan larva filaria dalam tubuh nyamuk. Habitat perkembangbiakan yang banyak berupa sawah dengan rata-rata suhu 280C, pH rata-rata 7 dan salinitas rata-rata 0,2%o. Kepadatan tertinggi pada sawah padi umur 1 bulan sebesar 5,8 percidukan, pada umumnya terkena sinar matahari langsung, air yang keruh. Biota air yang ditemukan adalah padi dan lumut. Lima spesies hasil pencidukan yaitu An.barbirostris, An.vagus, An.annullaris, An. vishnui, dan Cx. pseudovishnui.

Metrics

  • 269 views
  • 109 downloads

Journal

Indonesian Journal of Health Ecology

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) is a peer-reviewed academic journ... see more