Situasi Rabies Dan Upaya Penanganan Di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Majematang Mading • Fridolina Mau
Journal article Indonesian Journal of Health Ecology • June 2014 Indonesia

Abstract

Rabies sudah menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Flores Timur, sejak mewabahnya virus ini pada tahun 1997. Dalam jangka waktu tiga tahun rabies telah menyebar ke seluruh daratan di Kepulauan Flores. Pada penelitian ini dilakukan survei data dasar kasus rabies dan hewan penular rabies (HPR) serta upaya pengendalian kasus rabies selama 5 tahun terakhir (2004-2008) di Pulau Flores. Tujuan penelitian mengetahui gambaran kejadian rabies, populasi HPR dan upaya pengendalian rabies di Kabupaten Flores Timur. Desain penelitian adalah survei data dasar dengan pendekatan cross sectional. Cara pengumpulan data adalah pengumpulan data dasar kasus rabies dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan setempat dan selanjutnya telaah dokumen terhadap distribusi kasus rabies, populasi HPR dan upaya penanganan rabies. Hasil penelitian menunjukkan kasus kematian tertinggi pada tahun 2004 sebanyak 3 orang, kasus menurun hingga tahun 2008. Kasus gigitan HPR tertinggi terjadi di bulan Mei dan Agustus, tahun 2004 sebanyak 40% dan distribusi populasi HPR tertinggi mencapai 30% pada tahun 2008. Cakupan vaksinasi HPR tertinggi tahun 2006 sebanyak 24,270 ekor (42,5%) eliminasi tertinggi 2004 sebanyak 100% selanjutnya dilakukan eliminasi selektif pada HPR liar/ tidak bertuan. Penelitian ini dapat disimpulkan kejadian rabies pada manusia cenderung menurun dari tahun 2004 hingga sekarang. Populasi HPR yang berisiko adalah anjing dan pengendalian rabies dengan 2 cara yaitu vaksinasi dan eliminasi HPR.

Metrics

  • 267 views
  • 821 downloads

Journal

Indonesian Journal of Health Ecology

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) is a peer-reviewed academic journ... see more