Pengembangan Metode Elisa Untuk Mendiagnosis Penderita Schistosomiasis Di Napu Sulawesi Tengah Tahun 2012

Samarang Samarang • Made Agus Nurjana • Sitti Chadijah • Malonda Maksud • Intan Tolistiawaty
Journal article Indonesian Journal of Health Ecology • December 2014 Indonesia

Abstract

Deteksi dini schistosomiasis dengan metode ELISA di Indonesia belum dilakukan, sehingga perlu dilakukan pengembangan diagnosis schistosomiasis. Penelitian ini bertujuan mendapatkan konformasi model yang optimal dengan konsentrasi antigen dan antibodi dalam mendeteksi antigen ekskretori sekretori pada penderita schistosomiasis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dilakukan selama 9 bulan dari April – Desember 2012. Optimasi uji ELISA dilakukan untuk menentukan konsentrasi antigen ekskretori sekretori (AgES) dan imunoglobulin G (IgG) dengan menggunakan tiga kombinasi konsentrasi pada antigen ES yaitu 10 µg/ml (1/100), 2 µg/ml (1/500), dan 1µg/ml(1/1000), dan IgG sebagai antibodi deteksi dengan konsentrasi 2 µg/ml (1/500) dan 1 µg/ml (1/1000). Hasil pengujian pada kombinasi konsentrasi AgES 10 µg/ml dengan IgG 2 µg/ml, didapatkan kelipatan nilai absorbansi terbaik atau optical density (OD) sebesar 1,15-1,4 kali lipat dari nilai absorbansi sampel negatif. Setelah dilakukan optimasi dengan coating AgES, maka dilakukan optimasi IgG dengan serum positif penderita schistosomiasis pengenceran 20x. Hasil absorbansi serum positif dari coating IgG 2 mg/ml yaitu 0.97–1.5 kali lipat dari OD sampel blank dan coating IgG konsentrasi 1mg/ml diperoleh nilai absorbansi serum positif 1,1 – 2 kali lipat dari nilai absorbansi sampel negatif/blank. Disimpulkan bahwa konformasi terbaik dapat mendeteksi penderita schistosomiasis yaitu pada konsentrasi coating IgG 1mg/ml (1/1000).

Metrics

  • 263 views
  • 125 downloads

Journal

Indonesian Journal of Health Ecology

Jurnal Ekologi Kesehatan (Indonesian Journal of Health Ecology) is a peer-reviewed academic journ... see more