Wahyu, Ilmu, dan Laku

Husain Haikal
Journal article Cakrawala Pendidikan • February 2003

Download full text
(Bahasa Indonesia, 12 pages)

Abstract

Pesan-pesan pendidikan yang disajikan Aa Gym, atau Aa,panggilan akrab dai dambaan umat, dalam buku yang diresensiini terasa bermakna. Benar-benar lebih bermakna saat bangsa inidilanda krisis multi dimensi. Krisis semakin mengakar dan melebartanpa ada tanda-tanda akan berakhir sekalipun telah menginjak tahunkeenam. Sementara itu, keadaan semakin bertambah memprihatin­kan karena perilaku para elit semakin gegabah, sedangkan merekayang tergolongwong alit, orang keeil, sesemakin ditimpa berbagaibeban yang berupa kenaikan listrik dan berkurangnya subsidiminyak, sementara para penguasa dapat berpesta pora dengan berbagai penghasilan tarnbahan yang tak terhitung jumlahnya, baiksebagai pelindung, penanggung jawab dan sejenisnya. Tak terhitunglagi beragarn musibah yang silih berganti datang menimpa, sepertitanah longsordi berbagai daerah, kebakarandi Kalijodo, Manggarai,dan Tanah Abang serta berbagai penggusuran. Sebagian musibahtadi sesemakin terasa berbau rekayasanya karena sikap kritis rakyatdan semakin bermaknanya peran mass media. Benar prosentasemereka yang miskin semakin 'berkurang', tetetapi mereka bukanbertambah sejahtera, justrusebaliknyamef.eka 'semakin terpuruksebab mereka hidup di bawahgaris kemiskinan. Dengan berdasarkan wahyu, Aa mencoba melakukan beberapatero bosan dalam ilmu, khususnya lagi dalam bidang pendidikan. Daiini tidak terpaku pada berbagai bingkai yang telah menjebak parapemain utama dunia pendidikan sehingga sebagian mereka semakinbeku. Mereka merasa mantap dan tenggelarn dalarn berbagairutinitas yangada. Setelah melakukan berbagai penyesuaian dalammengatasi berbagai kendala, tarnpak berbagai hasil yang meng­gembirakan dari jerih payahAa. Semua ini diwujudkan dalamberbagai aktivitasdi Pesantren Darut Tauhid, atau DT, sepertibroadcasting, penyelenggaraan haji, pelayanan jasa, koperasi, media,manufaktur, perdagangan, penerbitan, serta sejenisnya. Semuanyarelatif berjalan lancar, sekalipun awalnya agak tertatih-tatih karenabelum terdidiknya SDM yang terlibat. Sebagian SDM yang tersediaberasal dari masyarakat sekeliling. Umumnya mereka adalahtergolong kurang mampu, baik dari segi finansial, ilmu, atauberbagai ketrarnpilan lainnya. Melihat'dinarnika pesantren ini, wa­jarlah apabila Pesantren Daarut Tauhid disebut sebagai sejenisCommunity Development

Metrics

  • 116 views
  • 38 downloads

Journal

Cakrawala Pendidikan

Cakrawala Pendidikan is an open access, peer-reviewed research journal that is published by the I... see more