Eksplorasi Dan Pengaruh Cendawan Endofit Yang Berasal Dari Akar Tanaman Cabai Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Merah

Anna Feronika Cindra Irawati • Kikin Hamzah Mutaqin • Maggy Tenawidjaja Suhartono • Yudi Sastro • Nfn Sulastri 1 more
Journal article Jurnal Hortikultura • June 2017 Indonesia

Download full text
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstract

Cendawan endofit diketahui memiliki kemampuan dalam menghasilkan metabolit sekunder yang sering berdampak terhadap pertumbuhan inangnya, seperti meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kondisi cekaman biotik dan abiotik, maupun meningkatkan pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui pengaruh aplikasi cendawan endofit yang diperoleh dari akar tanaman cabai terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.). Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Rumah Kaca BPTP Jakarta, sejak September 2012 hingga Agustus 2013. Penelitian terdiri dari eksplorasi, uji patogenisitas, dan uji efikasi terhadap cendawan endofit. Eksplorasi cendawan endofit dilakukan terhadap sampel akar tanaman cabai sehat dari daerah Garut (Jawa Barat), yang sering digunakan untuk budidaya tanaman cabai dan Cipayung (Jakarta Timur), yang merupakan daerah baru untuk budidaya tanaman cabai. Seleksi awal terhadap isolat cendawan dilakukan dengan uji patogenisitas secara in vitro. Uji efikasi cendawan secara in vivo pada bibit cabai berfungsi untuk mengetahui efek aplikasi cendawan terpilih (46 isolat non patogenik dan 16 isolat potensial patogenik) terhadap pertumbuhan bibit. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa isolat cendawan yang diperoleh dari akar tanaman cabai daerah Garut, secara makroskopis memiliki keragaman lebih tinggi dibanding dengan keragaman isolat dari daerah Cipayung. Uji patogenisitas menunjukkan bahwa isolat cendawan yang diuji cenderung didominasi oleh cendawan yang bersifat patogenik dan potensial patogenik. Uji efikasi cendawan endofit terpilih dalam mempengaruhi pertumbuhan vegetatif bibit, menunjukkan bahwa 74,19% isolat yang diuji memiliki kemampuan memicu pertumbuhan bibit pada kondisi media tanam steril. sebanyak 34 isolat dari isolat-isolat tersebut diketahui merupakan isolat yang sejak awal bersifat nonpatogenik dan 12 isolat yang awalnya bersifat potensial patogenik.

Metrics

  • 644 views
  • 1087 downloads

Journal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... see more